Menjawab Ingatan Seseorang

Saya sebenarnya sudah memiliki blog dan ngurusi beberapa website. Namun setelah semalam membaca status Facebook Elysa tentang ingatan masa lalunya, yang berkaitan dengan saya. Akhirnya, setelah menimbang dan seterusnya..
Mendengar dan seterusnya…
Melihat dan seterusnya…
Lho malah kayak sidang skripsi, saya memutuskan mengumpulkan kenangan yang coba dikenang. Kenangan Elysa tentunya. Kenangan ini dikumpulkan dalam sebuah blog bernama Nggedabrus Rek

Berikut status Elysa :

“menulis lah sayang
awal2 kuliah sekitar semester dua, aku ikut bergabung dengan humanius. lembaga pers di ushuluddin. meski sgt tidak lama. aku bilang pd kakak senior kalo aku ingin menulis, tapi bingung mau nulis apa. Kakak senior yg belakangan ini ngurusi Gresik trip menyarankanku supaya nulis diary aja. aku melakukan saran ms hanif meski tdk tahu apa yang akan kuperoleh dr nulis diary. perkara yang sangat remeh temeh kujadikan bahan tulisan. kisah keseharian yg teramat sederhana mulai dari mimpi tidur, capek kuliah, marah2 sm temen, terpesona dengan orang pintar di acara seminar, dosen2 uy, kehidupan desaku dll. Bagaimana mungkin aku perlu nulis mimpi tidur? itu sgt tidak berkelas. biarlah. Saat itu aku mimpi didatangi esposito ketika aku lg gandrung sm kajian orientalis. ato mimpi ngontel bareng dg pk mansur saat beliau sakit hati dg kehidupan kampus sehingga tak kerso masuk kls. bagiku, itu mimpi ajaib. Ketika diri ini tak terkontrol dan ingin mengamuk, aku ngomel2 di buku diary. sebentar kemudian, perasaanku sdh normal kembali. waktu aku demen sama anak orang dan merasa ia adlh segalanya, kutulis perasaanku yg lg mellow2nya. ditunggu sebentar, perasaanku sdh kembali cool dan bs berpikir scr rasional. Ketika tdk menerima kenyataan hidup, aku pun menulis. efeknya luar biasa, aku bs berpikir sedikit lebih jernih dan tdk kalap lagi. memang nulis diary sepert pekerjaan abg labil, sebagian temen ada yg bilang demikian. tapi tidak bagiku, nulis diary adl pekerjaan keren dimana kita bs berduaan dg diri kita sendiri. waktu2 Ketika kita merasakan kehadiran diri kita. Saat itu pula, kita bisa berbicara baik2 dg diri kita, sebenarnya apa yg kita tuju di dunia ini, dan bgmn kita bs menuju kesana. aku pun menyarankan konyil spy ia nulis diary. Kulihat-lihat tulisannya, lumayan anak seusia konyil bs berpikir ttg kehadiran uang dan belajar. Maka menulis lah sayang. Orang2 besar yg kita kenal jg nulis diary. anne frank, ahmad wahib dll. film thailan teacher’s diary dan the diary of wimpy kid boleh diintip. hal2 yg berbau buku diary mjd sangat menarik. yeye”.

Tulisan di atas barangkali untuk menyemangati Si Konyil temannya atau adiknya untuk menulis diary. Oia, ngomong-ngomong Konyil itu apanya Unyil? hehe

Saya selalu yakin, menulis itu yang baik itu bukan soal banyaknya jumlah like, komentar atau share. Tapi soal rasa. Rasa dinama kita puas menyulap ide di otak menjadi huruf-huruf. Menulislah terus, dik. Hingga air Bengawan Solo sudah tak mengalir.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s