Dagdigdugder Daia dan Dor Dir Der!!!

des0m8

Niat hati mau ke kampus, eh taunya kepincut pulang ke rumah. Hmm, padahal sudah siap-siap, tinggal berangkat aja dan nunggu Encop. Yah, akibat dari mikir-mikir rumah terus di teras pondok. Temenku sampai bilang “Kayak rumahmu Bantul aja Sa,bali ndadak dan sak enak e”,, hehehe

Nah, ini cerita dari Ibukku tentang adikku dan the geng..

Di suatu siang, adikku ngos-ngosan sampai kehabisan nafas sewaktu pulang sekolah (mungkin kali ya,,,).

            “kenapa Sa?” tanya ibuku pada adikku

“dikejar-kejar orang buk”

“siapa?”

“mak Mutaji”

Begini ceritanya, kenapa sampai adikku dan temen2nya dikejar-kejar mak Mutaji. Nggak hanya dikejar-kejar malah, sampai dikerocok sama batu kerikil juga katanya. Biasalah, namanya juga anak kecil, pasti sukanya main-main dan yang penting hepi dan bisa tertawa. Ada saja hal-hal yang kurang sopan sampai dilakukan, termasuk mengolok-olok orang yang lebih tua. Asal senang dan bikin  tertawa, (mungkin seperti itu filosofi hidup anak kecil, gak percaya?? Tanya aja sono sama adik2mu).

Adikku (Lisa) dan the geng pulang sekolah melewati rumahnya mak Musri. Mak Musri biasanya selalu menemani Nor (keponakannya) ketika bermain. Nor putra dari mak Mutaji, mak Mutaji kakak dari Mak Musri. Entah seperti apa awal mulanya, kenapa anak-anak kecil di kampungku sering menyuarakan dengan lantang kata dag-dig-dug-der daia ketika melewati rumah mak Musri sehabis pulang atau pergi ke sekolah.

Zaman ketika aku masih kecil dulu, aku dan temen2ku juga selalu mengatakan dag-dig-dug-der daia ketika melewati rumah mak Musri. Kita tentu tahu akibatnya, mak Musri akan mengambil batu kerikil dan melemparkannya ke arah kami, anak-anak kecil yang nakal. Kita akan lari saja sampai rumah dengan degupan jantung yang sangat cepat dan merasakan tantangan yang aneh.

Jarak usiaku dengan usia adikku cukup jauh, 11 tahun. Adikku lahir ketika aku duduk di bangku kelas 6 MI, menjelang ujian kalau ndak salah. Namun, jangan salah dengan jarak yang begitu lama tidak menyebabkan kenakalan-kenakalan kami berbeda. Aku dan temen2 yang dulunya gembar-gembor dagdigdugder Daia  ketika melewati rumahnya mak Musri, adikku juga gembar-gembor dor-dir-der!!!

Memang sih, redaksinya sedikit berbeda. Dulu dag-dig-dug-der daia, sekarang jadi dor-dir-der. Dulu yang ngrocoki  dengan batu kerikil mak Musri, tapi sekarang mak Mutaji. Sasaran utama yang dituju temen-teman Lisa ya mak Musri, namun adikku gak paham kalau ternyata mak Musri lah yang disorakinya. Dikiranya, kata dor-dir-der itu teruntuk mak Surini. Tetangga dekat rumahnya mak Musri.

Anak-anak kecil seneng aja mengolok-olok tetangganya yang mempunyai kekurangan. Entah karena tuna wicara atau yang lainnya (aku juga kali ya,hehehe).

Karena saking gregetennya mak Mutaji dengan ulah bocah-bocah ini, mak Mutaji pergi ke rumah dan menemui bapak. Melaporkan kenakalan anaknya,termasuk anak-anak guru MI lainnya.

kan anake Kamat, anake Ma’ruf, anake Marno yo do melu ngolok-olok” (sampai anaknya Kamat, anaknya Ma’ruf, anaknya Marno kok ikut nakal)  lapor mak Mutaji.

(Pak Kamat dan pak Ma’ruf guru MI, sedangkan pak Marno adalah ketua RT-ku,)

Mungkin adikku tahu kalau mak Mutaji tadi dari rumah dan melaporkan kenakalannya pada bapak.

Adikku Tanya sama ibuk,,”wau mak Mutaji mriki ya buk?” (tadi mak Mutaji ke sini ya buk?)

“Heem, sujune awakmu ora neng omah, nek neng omah malah ameh digebuki paleng” (iya, kebetulan kamu g di rumah, kalau di rumah mungkin sudah digebuki)..tentunya ibuk hanya menakut-nakuti adikku.

Keesokan harinya, anak-anak MI dari kelas 1 sampai kelas enem dikumpulin di halaman sekolah. Yah, dikasih tahu sopan santun dan tak bolek mengolok-olok orang lain. Berlaku bagi siapapun…

Dong ding deng

Penulis: Elysa Ghazzal

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s