Cerita-Cerita Di Facebook

facebooklogo

Aku termasuk orang yang giat bin rajin mampir di FB orang lain, terutama orang-orang yang mempunyai semangat belajar tinggi. Siapa sih mereka dalam definisiku? Yah, ada pak Dosen, tokoh masyarakat, ilmuwan, penulis, aktivis social, orang-orang pergerakan dll.

Bukan apa-apa aku melakukan ini semua kecuali untuk memompa semangat yang lagi kendor atau kempes. Entahlah, ketika melihat foto-foto mereka atau melihat status yang ditulis mereka membuatku merasa gimana gitu,terutama ketika mendapat informasi yang oke punya. Hmm,rasanya mendapatkan sesuatu yang berharga. Ini sih berkaitan dengan potongan puzzle informasi yang telah kuperoleh sebelumnya. Misalnya tokoh A ternyata sahabat tokoh B. Waah, pokoknya seneng banget lah. (maaf, q belum bisa melukiskan perasaan ini)

Nah, sekarang langsung aja ke cerita foto-foto yang pernah kulihat di FB salah satu dosenku. Nama beliau adalah Pak Ahmad Rafiq. Aku lupa waktu itu tanggal berapa, tapi percayalah aku punya dokumen pribadi tentang kejadian itu. Pak Rafiq merupakan salah satu dosen di jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bapak selalu tersenyum ketika menjelaskan materi dengan penuh optimis. Beliau juga senang cerita apa saja, penjelasannya bisa sampai mana-mana, namun tetap bisa focus pada materi yang disampaikan.

Bapak selalu “memanas-manasi” para mahasiswa dengan cerita bagaimana senangnya bisa kuliah di Luar Negeri. Aku paling ingat dengan pernyataan bapak “Di sana tuh ada pohon yang ndak ada daunnya sama sekali, jadi satu pohon tuh isinya bunga semua”. Itu mah kayaknya pas lagi musim semi kali ya?? Hehe. Kalau udah gitu, bapak lalu nanya “gimana? Udah panas belum?”, kita mah cengar-cengir aja kalau ditanya begitu. Terkadang aku membatin “siapa sih pak yang nggak pengen kuliah di sono?”.. piis

Suatu ketika aku liat-liat foto di FB bapak. Aku kaget liat foto bapak dengan salah satu habib muda yang juga penulis. Nama habib tersebut adalah Isma’il Fajrie al-Attas (bib Aji). Secara gitu loh, sebelum buka FB pak Rafiq, Aku baru saja mengembalikan buku yang ditulis bib Aji yang ditulis pada tahun 2005. Kok bisa ya pak Rafiq ada di foto bareng pak bib Aji. Ya bisa saja nu, aku langsung menereka-reka kesimpulan dan berspekulasi bagaimana dan dimana pak Rafiq dengan bib Aji bisa ketemu.

Bib Aji berasal dari Pekalongan. Temen temanku yang dari pekalongan (mbak Nabila) tahu kok dengan bib Aji.

Oh iya, Pak Rafiq kan sedang melangsungkan studi S3nya di Temple University, Philadelpia (entah tulisannya kayak apa,,hehe). Terus?? Apa hubungannya dengan bib Aji? Yah, bib Aji kan juga kuliahnya di daerah “kulonan” juga. Kayaknya tuh foto diambil pas lagi acara kumpul-kumpul bareng gitu sesama pelajar dari Indonesia. Mungkin pas acara apa itu, bib AJi jadi pembicaranya. Itu sih spekulasiku, entah kebenarannya seperti apa. Intinya, pas di LN lah, pak Rafiq dan bib Aji bisa barengan ketika jadi pencari ilmu…ah, entahlah. Aku kok jadi mumet sendiri.

Foto selanjutnya kutemukan di FB salah satu guruku di Mts dan MA Hasyim Asy’ari Bangsri, Bu Hindun Anisah namanya. Dalam foto tersebut ada foto bu Hindun dan bu Inayah. Dalam hati aku bertanya-tanya, “ada hubungan apa ya kok bu Hindun bisa bareng dengan bu In?”. Bu Inayah juga salah satu dosen jurusan Ilmu Al-Qur’an kayak pak Rafiq. Bu In mengampu makul orientalisme, filsafat ilmu, pemikiran hadis orientalis (pokoknya hal-hal yang berbau “kulonan” gitu deh,).

Kesan yang kuperoleh dari beliau berdua (bu Hindun dan bu In) ketika mengajarku adalah beliau sama-sama “akademisi banget” dan penuh semangat. Wonder Women pula.hehehe. Yang sedikit beda cuman bu Hindun lebih cenderung akademisi yang juga aktivis. Entahlah, itu sih cuma kesanku lho ya, tentunya beda dengan kesan temanku yang juga sama-sama pernah diajar oleh bu Hindun dan bu Inayah (kak Makmun n Aslam).

Nah, dari foto tersebut aku berspekulasi, beliau berdua kan sama-sama mempunyai konsen kajian yang sama, yakni masalah perempuan dan gender. Mungkin isu-isu Genderlah yang mempertemukan beliau berdua. Ingat. Ini hanya spekulasiku lho.

Cerita selanjutnya masih tentang bu Hindun. Ada foto siapa lagi ya?? Nah, yang ini malah foto artis, Mandala Abadi. (tahu kan? Itu lho, artis yang cakep punya, kalau menurut temenku sih Mandala ini adalah laki-laki yang bener2 laki..wakaka). entu foto diambil di depan ndalem bu Hindun, rumah joglo dekat MA Hasyim Asy’ari Bangsri.

Awalnya sih aku cuek saja lihat foto entu, secara gitu loh, bu Hindun kan wanita super yang tentunya mempunyai banyak  sahabat, rekan, link dll. dari berbagai kalangan ada. Ketika q nonton TV di rumah (di Yogya q jarang nonton TV), aku baru ngeh kenapa Mandala Shogi (yang benar namanya Mandala Abadi atau Mandala Shogi sih?? Entahlah,,) bisa mampir sampai Bangsri.

Dalam iklan tersebut, Mandala ngomong apa yaaa? (Aku kok lupa e,kalau ndak salah tentang toleransi, tapi ada Ridho Rhoma dan Pak Muhaimin Iskandar juga dalam satu iklan). Ketika Mandala ngomong yang maaf, Aku lupa itu, di bagian bawah tertulis:

“Mandala Shogi Kader PKB”

Ketika liat iklan tersebut, aku jadi berspekulasi dan mengira-ngira kalau di PKB lah bu Hindun dan Mandala Abadi bisa bertemu.

Sekarang beranjak ke cerita tentang status beserta koment-koment yang masuk. Status dan koment yang kulihat tersebut bercerita tentang pemikiran yang baru dipelajari oleh anak penulis status dan anak-anak komentatornya. Penulis status tersebut adalah Muqtedar Khan. Aku hanya sekedar tahu dan pernah membaca tulisannya yang diontologikan bareng tulisannya John L. Esposito. Setelah baca tulisannya, Aku langsung googling, penasaran sama yang nulis. Eh, ndak disangka bisa nemu fbnya juga. Jadi tambah suka. wakaka

Kalau di foto sih kayaknya Pak Muqtedar Khan mempunyai dua anak. Seumuran anak SD atau SMP. Tahu nggak apa yang diomongkan anak Pak Muqtedar Khan ini?? Kata pak Muqtedar sih anak-anak beliau baru ngomongin Michael Foucault (Aku aja nggak tahu ejaan tulisan nama Foucalt tu benar apa salah, biarlah. Hehehe, piis). Aku jadi kepikiran, q yang segedhe ini aja g tahu apa sih inti pemikiran Foucault, tahunya kalau ada yang ngomong knowledge and power jadi langsung inget Foucault. Ada-ada saja sih anak-anak ini,,, hm, kalah start lagi.

Ada juga status yang ditulis kakak tingkat di jurusan Ilmu Al-Qur’an angkatan 2009 kayaknya, namanya mas Faza. Mas Faza nulis status yang kurang lebih isinya begini “500, ada kemungkinan”. Nah, dari status tersebut aku menebak-nebak kalau hasil tes Toefl mas Faza scorenya 500, jadi ada kemungkinan bisa kuliah di negeri seberang. Hehehe, entahlah kebenarannya.

Sebenarnya aku bisa mengetahui apakah spekulasi serta tebakanku itu benar atau salah dengan cara menanyakan langsung pada pak Rafiq, bu Hindun, bu Inayah, pak Muqtedar maupun mas Faza. Entahlah, Aku lebih suka bermain-main dalam spekulasiku dan menunggu potongan puzzle berikutnya. Jawabannya bisa

nyusul. Tidak apa-apa ya?? Hehe,,,yee

Wallahu A’lam bis Shawab wal Khotho’

Penulis: Elysa Ghazzal

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s