Bagiku, Engkau adalah Al-Alusi

Bapak, di semester lima engkau pernah bercerita tentang al-Alusi. Salah seorang mufassir yang hidup di penghujung abad pertengahan. Sedikit yang masih terngiang di telingaku, bagaimana al-Alusi dulu dalam menjalani kehidupannya. Al-Alusi yang mempunyai tafsir “Ruhul Ma’aniy” itu hidup dengan cara yang berbeda dengan kaum muda pada zamannya. Ia tak pernah merasakan apa yang dirasakan oleh pemuda seumurannya. Jika pemuda-pemuda itu hidup dengan bersenang-senang dan berfoya-foya, tidak demikian dengan al-Alusi. Ia sedih mendapati kebiasaan anak muda yang tergelincir oleh dunianya.

Al-Alusi juga mengkritik kalangan intelektual yang berkarya hanya untuk mendapatkan harta dan wanita.

Kini aku bisa melihat sosok al-Alusi ada padamu, pak. Barangkali engkau kecewa dengan realitas anak muda masa kini yang hanya memikirkan food, fun dan fashion tanpa dibarengi belajar yang tekun. Memang 3f itu pengaruh dari globalisasi dan modernisasi, tapi engkau tetap tak menghiraukannya.Apapun yang terjadi, ilmu adalah segalanya bagimu. Engkau tak pernah memosisikan diri sebagai pengajar. Engkau berkata bahwa engkau selamanya tetap santri. Engkau kecewa jika engkau tak mendapati anak-anak masa kini sesuai dengan ekspetasimu. Perkiraanmu, jika engkau masuk kelas, engkau akan mendapatkan banyak ilmu karena berhadapan dengan banyak kepala yang tentunya isinya beragam….namun harapanmu seolah-olah sia-sia pak. Maafkanlah kami telah membuatmu semakin kecewa pada dunia.

Bapak, barangkali apa yang dirasakan dan dialami al-Alusi kala itu sama dengan apa yang engkau rasakan dan engkau alami di masa kini. Kekecewaanmu yang membuat engkau memandang sinis pada dunia. Pernah aku mendapat cerita dari kakak kelas kalau engkau ingin mempunyai pulau sendiri dan tinggal sendirian di sana. Kekecewaanmu pada masa kini kadang membuatmu sedikit a sosial. Aku mempunyai harapan suatu saat nanti aku ingin mengenalkanmu pada dunia. Aku kagum pada bapak yang tidak seperti orang-orang masa kini. Engkau juga tidak mau menyederhanakan cara untuk menuntut ilmu.

Terimakasih karena telah mengajariku untuk berbudi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s