Orang dan Mesin Saat Ini

Dalam sebulan, aku selalu mampir ke BNI di jalan Parangtritis sekali dua kali. Tapi terkadang sampai berbulan-bulan aku nggak ke sana. Setiap kali aku masuk ke dalam Bank, pak satpam secara otomatis bilang

“selamat siang, ada yang bisa saya bantu?”.

“penyetoran pak” atau “penarikan pak” jawabku.

“Silakan tekan tombol yang berwarna merah” lanjut pak Satpamnya.

Sebenarnya aku sudah paham kalau mau ketemu teller ya menekan tombol yang merah. Bisa saja aku ngeloyor saat ditanya pak Satpam, kan sudah tahu, ngapain harus menjawab pertanyaannya? (sisi jahat bin cuekku muncul). Tapi sisi baikku bilang supaya aku sebisa mungkin untuk menghormati orang yang bertanya dengan tidak mengabaikannya.

Pernah suatu ketika aku berkunjung lagi ke BNI Parangtritis saat matahari benar-benar terik dan menyengat. Aku disapa pak Satpam dengan suara otomatisnya, kemudian duduk menunggu antrian sembari menikmati segarnya AC (angin cepoi-cepoi..hehe). Nomor antrianku dipanggil. “Tunggu kawan!!! aku akan segera datang menyelamatkanmu”….. imajinasi ecek-ecekku mulai menari-nari. Aku membayangkan bahwa panggilan nomor urut antrian merupakan panggilan darurat yang amat mendesak. Bagaimana tidak mendesak kalau mau dapat uang dari mas atau mbak teller??? wakaka. Serasa dunia berada di genggamanku.

Hup. Kembali pada dunia yang sebenarnya. Aku berjalan agak lari-lari menuju mas teller. Mas Teller itu juga kayak pak Satpam yang secara otomatis akan bersuara saat ada orang yang mendekat.

“Selamat siang mbak, ada yang bisa saya bantu?”

Aku malas menjawabnya, aku hanya menyodorkan buku tabungan, slip penarikan dan KTP

“Mahasiswa mana?”

“UIN”… nah… ini aku baru mau menjawab pertanyaannya.

“kalau sudah lulus, buku tabungannya masih bisa dipakai nggak ya?”…tanyaku kemudian.

“Iya, masih bisa. sudah lulus ya??”

“iya sudah”

“nggak nglanjutin lagi?”

“iya nanti”… “doanya ya!” (aku membatin, emang siapa dia? kok aku minta doa pada petugas Bank… helleh)

Transaksi selesai. Dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan mas Teller,   aku berpikir keras seraya membatin dan berspekulasi. Kok bisa ya mesin otomatis bicara lebih banyak dari biasanya? Barangkali sapaan dari orang-orang yang bekerja di institusi semacam bank memang terasa garing dan dibuat-buat. Maksud saya, itu adalah jenis keramah-tamahan yang wajib dilakukan. Tidak dari kemauan hati mereka sendiri.

Karena kata-kata dan kalimat yang keluar itu-itu saja dan semuanya sama, aku menganggap mereka kayak semacam mesin otomatis seperti kaset rekaman yang tinggal dipencet aja, pasti langsung bunyi. Barangkali aku sudah menganggap pak Satpam, teller maupun costumer service itu tak lebih dari seperangkat mesin (maaf, jika sangat kasar).

Deri fenomena yang kualamai di BNI tersebut, aku agak berlebihan memang jika harus menggenarilasasikannya pada banyak hal. Misalnya pada pelayan toko, pelayan warung, kasir dlsb. Sadarlah El kalau mereka semua adalah manusia sepertimu. Bukan mesin atau apalah katamu. Mereka hanya bekerja dengan aturan yang membuatnya seperti mesin. Mereka bukan mesin. Kalau mereka tampak seolah-olah mesin, itu karena sistemnya saja. Buktinya….. mas teller itu bertanya banyak padamu. Hmmmm…

Sengaja saja aku tak mengaktifkan ATMku. Banyak alasan lah pokoknya. Jangan sampai uang di Bank menyusut banyak-banyak karena tarif ATMnya tiap bulan. Selain itu, kalau bertransaksi di Bank, kita akan bertemu banyak orang. Bukan mesin an sich kayak di ATM itu. Hm… setidaknya kalau di Bank, interaksi sosial kita akan lebih mendingan dari pada di ATM. Memang ada plus minusnya, kalau melakukan transaksi lewat ATM  sangat mudah karena antrinya nggak panjang, cepat dan tidak ribet.

 

*Kopontren, 3 Oktober 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s