Anak-Anak Kelas C1 dan C2

Kadang di C1, Kadang di C2. Keduanya sama-sama menyenangkan. Iya, dua kelas TPA tersebut berpenghuni anak-anak hebat. “Che satu masuuuukk” kerap kali terdengar di telingaku. Serasa mendengar alunan lagu yang indah di TPA. Hmm…. mereka sangat energik sekali. Loncat sana, loncat sini. Teriak A, B, C, D. Ngejar si A, ngejar si B. Jajan ini, jajan itu. Serangkaian aktivitas khas anak-anak kecil. Dulu aku juga begitu.
Ada beberapa hal yang menyentuh hatiku saat berada di dua kelas tersebut. Pertama, saya akan bercerita mengenai apa saja yang membuat hatiku mengharu biru. Okelah, di kelas C1 lumayan anteng kecuali beberapa anak yang emang nggak bisa kalau tidak jawil sana, jawil sini. Penduduk C1 unik-unik. Kayaknya, aku belum pernah melakukan apa yang mereka lakukan di usianya yang sedini itu. Yofa, ia selalu bilang “terimakasih” seusai setor ngaji. Seumur-umur, aku belum pernah mengucapkan rasa terima kasihku pada guru-guruku secara langsung. Berterimakasih pernah, tapi tidak langsung menyampaikannya di hadapan Bapak atau Ibu guru. Paling hanya terima kasih secara diam-diam. Kalau tak pikir-pikir, rasanya diriku kerdil sekali. Belum bisa melakukan kebaikan yang terlihat sangat sepele, berterimakasih pada semua guru-guruku.

Ocha, meskipun baru jilid dua, ia telah fasih melafalkan huruf-huruf Arab. Kalau bacaan yang dibacanya berharakat panjang, jari telunjuknya akan membuat garis lurus panjang di atas kitabnya. Lucu sekali memperhatikan polah tingkahnya saat mengaji. Bibirnya yang mencucu saat melafalkan shod, dhodh dan huruf-huruf yang sejenis. Saat berjalan, Ocha menekuk lututnya dan berjalan sambil menyeret sandalnya. Ocha yang perawakannya memang kecil, semakin keliatan kecil aja. Hehe. Ocha berusaha menjadi nomor satu dalam berbagai hal. Maju dan mengacungkan tangan paling awal.

Abi, murid laki-laki  yang berbadan bulat, berkulit putih dan mempunyai pembawaan diri yang suantene poll. Seringkali aku dibuat gemes oleh Abi. Senandung ucapan maupun atraksi tubuhnya kadang mampu membuatku menggertakkan gigi halus-halus (kalau keras-keras, nanti gigiku sendiri yang jadi sakit). Tapi, saat Abi telah direbut hatinya, ia berubah menjadi anak yang paling manis sedunia TPA Plus Ali Maksum. Hehe

Azizah. Gendhut, manis, dan mudah berbaik hati pada teman-temannya. Ia adalah teman dekatnya Ocha. Ia juga telah fasih dalam melantunkan ayat-ayat-Nya. Kini, ia sudah sampai Al-Qur’an surat Ali Imron. Meskipun ia fasih membaca al-Qur’an, ia selalu istiqamah mengaji satu hari satu ayat. (one day one ayat… ceilee… Azizah mempraktikkan jargonnya Yusuf Mansur ya??).

Nah, di kelas ini saya menemukan fakta murid-murid perempuan yang kata Doni Dhirgantoro dalam novelnya “2” bilang bahwa kebanyakan murid-murid perempuan adalah pemuja kotak pensil. Benar-benar terjadi ternyata. Princess C1 selalu memajang tempat pensil di atas meja. Selain itu, ungkretan yang bentuknya lucu-lucu juga tak kalah dipamerkan. Kalau mau tahu fenomena tempat pensil bagi murid-murid perempuan lebih lanjut, silakan deh baca novelnya, dijamin bakalan ngakak tak terkendali.

Kemarin di kelas C1 diberi tugas untuk menulis surat al-Fatihah. Aduh boi… spidolnya bernapas satu dua. Dasar si guru malas ngisi tinta ke kantor, jadinya ya tulisan di papan tulis nggak keliatan secara jelas gitu deh. Dari ayat pertama sampai ayat ketujuh telah ditulis gurunya. Ketika gurunya ke belakang tempat duduk anak-anaknya, si guru baru sadar betapa tulisannya sangat mengenaskan sekali. Hm… kasihan3 (ala Upin-Ipin). Kasihan sekali murid-muridnya karena harus memicingkan mata saat melihat tulisan di papan tulis. Nah… Ocha justru maju ke depan. Ia menempelkan bukunya ke dinding bagian bawah papan tulis. Kepalanya sambil mendongak terus-terusan. Barangkali lehernya pegel-pegel sehabis nulis. Maaf ya Cha’..

Sekarang berpindah menuju cerita kelas sampiingnya, C2. Nyam-nyam… anaknya heboh-heboh dan menyukai kejujuran.

Sistem antri mengaji di TPA biasanya dengan mengumpulkan kartu TPA di meja guru. Kalau datang duluan, ia akan ngaji duluan. Begitu pula yang datang belakangan. Kartu yang telah tertumpuk tinggi kadang diacak oleh anak-anak yang iseng. Jadi, kalau perbuatan tersebut tidak diketahui temannya, yang datang duluan bisa ngaji di urutan tengah. Demikian juga sebaliknya. Namun, tenang saja boi. Kita tak perlu risau dengan urusan ini. Karena apa? Karena ada Hamam yang bersiap menjadi polisi kejujuran. Ia akan mengawasi siapa aja yang berniat untuk berbuat curang. Hamam memastikan bahwa matanya harus melotot pada teman-teman yang berbuat curang.

Kelas C2 selalu hebring dan heboh. Paling hobi kalau main dan teriak-teriak. Aku jadi bingung dibuatnya. Jurus apa yang harus kukeluarkan ya supaya mereka menjadi kalem meskipun sebentar. Padahal, kalau sama guru walinya, mereka anteng-anteng aja tuh….. ahaa. aku ada ide. “Lomba diam!” aku berteriak-teriak tak mau kalah (mencontek gaya bu Astri kalau muridnya pada rewel). “Hap”, jawab mereka. Lomba diam cuma berlangsung sebentar. Habis itu mereka masih sibuk benar dengan aktivitas-aktivitasnya. Makan, ngobrol dengan temannya, lari-lari dkk. “Tangan di atas!”… kataku lagi. Berharap supaya mereka menghentikan aktivitasnya sesegera mungkin karena sudah waktunya berdoa. “Tangan di atas, tangan di samping, tangan di depan dan sha lala lala”… mereka malah mendendangkan sebuah lagu khas TPA. Aneh-aneh saja mereka. Siapa yang nyuruh nyanyi? nggak ada kalii…. kemudian aku bergumam sendiri. Barangkali aku aja yang nggak tahu kalau memang ada lagu sedemikian rupa. alahemm…

Seringkali aku membaca cerita-cerita yang disuguhkan para Pengajar Muda dari Indonesia Mengajar. Cerita-cerita tersebut berdasarkan pengalaman langsung PM saat ditugaskan di daerah-daerah terpencil, pojok peta Indonesia. Hm…. Bagaimana ya caranya untuk mengambil semangat dari para Pengajar Muda??.  Kok kayaknya mereka asyik banget tuh. Mengajar bagi mereka merupakan sebuah kegiatan yang menyenangkan dan penuh makna. Tidak hanya itu. Mereka selalu punya cara untuk menghadapi murid yang terkadang sulit ditangani. Tak akan kehabisan akal deh.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s