Menikmati Kacang Atom di Kala Kemisan

Siapa sih orang Indonesia yang nggak tahu kacang atom? itu lho kacang tanah yang dibalut dengan tepung putih. Bentuknya kecil bulat-bulat dan ada bunyi “kriuk-kriuk” saat kita memakannya. Banyak kejadian yang terjadi antara aku dengan kacang atom. Serangkaian kejadian tersebut saya simpan dalam arsip kenangan di kepalaku.

Dulu, waktu aku masih kecil, orang-orang kampungku banyak yang bekerja sebagai tukang kayu di Jepara kota. Kata orang londo, carpenter. Kalau ngomongin soal Jepara memang tak bisa lepas dari kayu, kota ukir dan segala tetek bengek yang berhubungan dengan dunia perkayuan. Para tetangga biasanya pergi bekerja pada pagi hari dan pulang saat menjelang Maghrib. Bagi mereka yang ngelaju, rutin menggunakan jasa angkutan desa yang hanya beroperasi pada pagi dan sore hari. Namun, ada beberapa tetangga yang pulang saat hari Kamis saja untuk menghemat uang ongkos perjalanan.

Hari Kamis merupakan hari spesial bagi tetanggaku yang bekerja di Jepara Kota. Mereka menerima uang gajian saat hari Kamis. Orang-orang kampungku menyebutnya Kemisan. Para tetangga yang sebagian besar merupakan seorang ayah akan selalu membeli kacang atom setelah gajian. Yah…sekedar untuk menyenangkan hati anak-anak dan keluarga kecilnya. Entah bagaimana asal-muasalnya, yang jelas, lama-lama Kemisan identik sekali dengan kacang atom. Gimana kemisan nggak identik dengan kacang atom kalau semua bapak serempak membelikan oleh-oleh kacang atom dan tidak membelikan oleh-oleh lain selain kacang atom.

Bapak juga termasuk salah satu di antara orang yang bekerja di Jepara kota. Sama halnya dengan tetangga-tetangga lain, Bapak juga membeli kacang atom. Masih tersimpan rapi dalam ingatan kalau kacang atom tersebut bermerek kacang atom “Beringin”. Pembungkusnya adalah plastik bening yang transparan. Semakin deh memperlihatkan segerombolan kacang atom yang berdesak-desakan dalam plastik. Di plastik tersebut, hanya ada sedikit tulisan dan sedikit gambar berwarna biru yang menerangkan produksi dan label kacang atom.  Satu lagi yang tak bisa luput dari kacang atom beringin adalah gambar pohon beringinnya.

Aku dan anak-anak kecil seumuranku akan selalu menenteng kacang atom sepanjang kamis sore dan jum’at pagi.  Entah apa maksudnya. Kami hanya senang saja dibelikan oleh-oleh kacang atom oleh Bapak kami. Kami tak selalu memakan kacang atom dalam setiap kesempatan, kami hanya menentengnya kemana-mana. Menenteng kacang atom merupakan kebahagian tersendiri yang sulit dicarikan padanan dengan kebahagiaan lain. Karena kebahagiaan menenteng kacang atom yang tinggal beberapa biji tidak ada duanya, apalagi tiga. Kebahagiaan yang timbul karena kemisan, kacang atom, gajian, dan pamer kacang atom jika diramu akan menjadi rasa bahagia saat lebaran tiba. Lebaran kecil bagi masyarakat kampungku. Enak banget bisa lebaran tiap minggu. wkwk

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s