Jeblosan D2

Baru mau naik tangga ke lantai 2 Diniyah, aku sudah mendapat laporan dari anak-anak D1 kalau di kelasnya ada bahaya yang mengancam. “Bu, anak-anak kelas D2 pada masang jeblosan di kelas D1”, lapor cewek-cewek D1. Mereka bergerombol di tangga tanpa berani masuk kelas. “Ohh, yaudah nggak papa. Sekarang masuk kelas aja, bentar lagi kan Pak Mukhlas datang”, kataku pada mereka sambil menatap garang pada pelaku-pelaku yang memasang jeblosan yang tak lain dan tak bukan adalah anak-anakku sendiri. “Oke deh” jawab mereka sembari masuk kelas dengan perasaan was-was.

Di kelas, aku menanyai anak-anak D2, tadi siapa saja yang terlibat dalam aksi perakitan jeblosan di kelas sebelah. Mereka tak ada yang mau mengakui perbuatannya sambil saling tunjuk ke teman-temannya. “itu Bu, itu Bu”. Kalau demikian kejadiannya, berarti mereka semua terlibat dalam aksi tersebut. Mereka sudah seperti geng amartiran di dunia perkelahian.

“Wah, kalian beraninya sama anak perempuan dan anak-anak kecil doang. Cobalah lawan anak-anak yang lebih besar, pasti kalian nggak berani. Mereka tuh sama seperti kalian ketika kalian dinakalin sama anak-anak yang lebih besar. Kalian takut juga kan? ”.

Terang saja demikian. Saat ada anak-anak yang lebih besar nakalin anak-anak D2, D2 pada minta perlindunganku dengan cara mendekat ke arah kursi guru. Tapi mereka suka sekali menjaili anak-anak kelas sebelah yang mungkin kekuatan fisiknya di bawah anak-anak D2. Pikir mereka, perempuan sama anak kecil mah kecciil. Dasar bocah-bocah cilik! Aku membatin.

Saya akan mecoba memetakan dunia per geng-an di Diniyah. Geng-geng tersebut bukanlah geng-geng sembarangan. Mereka sudah terkenal di seantero penjuru Diniyah. Mereka adalah Faishol, Azka dkk dari kelas C2. Miko dkk dari kelas D2. Sayang, satu lagi aku lupa siapa anggota geng yang lebih besar lagi. Anggota yang lebih besar tersebut sering datang ke kelasku, menantang anak-anak kelas D2. Mereka semua bukan jago kandang yang hanya berani kelahi di kelas. Kenakalan mereka sudah merambah ke kelas-kelas lain. Kalau dalam dunia perbandingan agama kita mengenal istilah inter dan antar agama, di Diniyah kita juga bisa memunculkan istilah intern-kelas dan antar-kelas. Mereka pun sudah menjadi sosok-sosok kecil menakutkan bagi anak-anak yang lebih kecil, para perempuan maupun kelas-kelas lain.

Duh kerennya. Selama sekolah, aku nggak pernah melakukan seperti apa yang mereka lakukan. Justru sebaliknya, aku menjadi salah satu pihak yang ketakutan menghadapi adik-adik kelasku yang nakalnya minta ampun. Dulu aku sampai berfikir untuk pindah sekolah aja karena nggak betah dinakalin terus. Saat kelas 6 MI, aku mencoba bertahan saat dinakalin adik-adik kelas, toh aku akan keluar dari MI setahun lagi.

Anak-anak D2 gemar membuat onar dan kepayahan. Aku pun sampai bingung, siasat seperti apa untuk mengalihkan perhatiannya kepadaku. Hehe. Mereka sama sekali tidak tertarik denganku kecuali hanya seperlunya saja. Atau ketika ada maunya seperti meminta perlindunganku dari kenakalan anak-anak lain. Mereka lebih senang manjat-manjat pintu, membuat lorodan dari bangku yang diambilnya dari kelas sebelah, kapal-kapalan pakai bangku yang dijungkir, motor-motoran dari bangku (ada yang naik, ada yang ndorong. Sebenarnya, aku pingin nyoba lah sekali-sekali tapi gengsi) dlsb. Mereka kompak sekali sampai-sampai anak-anak ceweknya pun ketularan  main begitu-begituan.

Mereka juga senang sekali saat melihat anak-anak D1 jerat-jerit ketakutan. Selain memasang jeblosan, entah apa saja yang mereka lakukan untuk menakut-nakuti anak D1. Di tengah-tengah jam pelajaran, geng tersebut selalu menuju suatu tempat di samping kelas. Tempat tersebut berupa lorong yang bisa menghubungkan kelas D1 dan D2. Menurut perkiraanku, mereka merencanakan dan melakukan aksi kenakalannya di lorong tersebut. Nanti lah, kapan-kapan aku ingin memata-matai apa saja yang mereka perbuat selama ini.

Mereka kreatif sekali menjalani hidupnya sampai-sampai aku belum bisa menyamai dan mengimbangi langkah mereka. Menyamai aja belum bisa apalagi mendahului. Wkwk

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s