Kelas koplo

Tadi Pak Radhar Panca Dahana masuk kelas. Beliau budayawan terkenal yang belum kukenal. Diiringi putri kecilnya yang berpipi tembem. Aku memanggil putri Pak Radhar “Adik, duduk sini sama teteh”. Eh si Dim tidak terima dan menimpali “Teteh apaan? Halah wong Jowo, biasane yo mbak.”. Ih apaan sih si Dim. Sang putri hanya ngintil pak Radhar tanpa menghiraukan panggilanku. Kalau putri tembem itu kebetulan bertemu pandang denganku, aku mengedipkan mataku selalu. Haha. Meniru Ege Tanman, artis Turki yang memerankan Denis di film Baba Ve Oglum (Ayah dan Anakku).
Lalu beliau membuka rahasia-rahasia dunia yang nantinya disebut sebagai hal-hal koplo.

Uraian, cerita dan penuturan Pak Radhar seperti puzzle yang terkumpul. Ibaratnya, aku mengumpulkan potongan puzzle mengenai apa yang terjadi di dunia ini dari zaman baheula. Kami terpesona dan melongo keheranan. “oh, beginilah yang terjadii di dunia”. Bikin puyeng aja.

Mula-mula, Pak Radhar menjelaskan kemunculan manusia di muka bumi. Penjelasan pak Radhar sangat komprehensif, saling berkesinambung dan terpaut. Namun aku belum mampu menceritakan dan menarasikan keseluruhannya. Aku hanya bisa menceritakan poin yang menjadi perhatianku selama ini mengenai apa yang disebut new world order, sebuah tatanan dunia baru.

Dunia baru yang ingin dikendalikan oleh beberapa orang, pengusaha kaya yang bisa mengkontrol dan menguasai kita melalui dunia cyber. Tak ada rahasia yang bisa disembunyikan dari penguasa cyber. Para pengendali dunia ini terisi 45 orang. 25 pemilik dan 20 orang gubernur bank. Aku baru tahu apa yang dinamakan dunia baru dari Bu Dina Sulaeman dan pak Jozerizal yang mengurai masalah Suriah. Perang proxy di Suriah sudah disetting lho sama imperium. Ada beberapa indikasi yang mengarahkan ke situ. Jadi ada imperium yang berkuasa atas dunia ini. Imperium adalah kekuasaan tanpa singgasana atau non state power.

Apa yang terjadi di wilayah sekitar sudah diatur oleh imperium, BIS (Bank of international settlement). Politik-politik yang ada di Indonesia ini misalnya, sudah ada skenarionya dari imperium. Siapapun yang memimpin Indonesia, ya sama aja. Lha sudah ditentukan dan dikendalikan BIS kok. Mau gimana lagi? Makanya kalau pada ribut menjelang pemilu, sebenarnya meributkan perkara yang sia-sia.

Di suatu kesempatan, Pak Radhar di hadapan Pak Mahfudz MD yang saat itu digadang-gadang menuju RI 1 bilang meski Pak Mahfudz MD menjadi presiden, dua hari kemudian akan lengser. Karena apa? goncangannya terlalu dahsyat. Ingat!! peran BIS sangat kuat. Lalu Pak Mahfudz menyalami Pak Radhar dan bilang bahwa apa yang dikatakan Pak Radhar benar.

Cak Nun juga pernah ngendiko kalau kita tak perlu takut menjadi bangsa Indonesia. Negara miskin yang tak memiliki potensi aja akan dirawat negara adidaya, apalagi Indonesia yang menyimpan harta karun yang melimpah-ruah.

Pak Radhar mengistilahkan punggawa imperium sebagai orang yang ingin menantang Tuhan. “You are nothing and i am god”, Kata punggawa imperium. Apa bedanya dengan Fir’aun? Sebelas-duabelas lah. Berpikir bahwa dengan berpikir, mereka ada. Penjelasan ini seolah melompat-lompat karena aku belum menuliskan latar belakangnya. Tiba-tiba sudah sampai permukaan. Haha.

Kepribadian pak Radhar sangat unik. Beliau memperkenalkan diri sebagai pemulung yang menjumputi sampah-sampah. Dari awal aja sudah beda dengan dosen kebanyakan. Maklum, budayawan. Aku senang bisa berguru pada beliau. Seakan-akan belajar pada orang-orang seperti Cak Nun. Kita membicarakan banyak hal, rahasia dunia.

Kita juga akan menguliti politikus-politikus senior. Tentu aku belum berani menyebutnya di sini. Politisi-politisi itu akan dikaji dan dicari sisi kekoploannya. Kenapa mereka bisa menjadi sedemikian koplonya? Jawabannya… karena kita adalah orang bahari. Namun pak Radhar belum membocorkan rahasia tersebut. Mungkin minggu depan.

Pak Radhar suka memainkan nada dan volume suaranya. Seringkali membisik dengan suara yang hampir tanpa ada bunyinya. Barangkali ingin menegaskan bahwa apa yang beliau sampaikan sangat rahasia.
Apa yang terjadi denganku ketika belajar di kelas Pak Radhar? Hanya melongo dan bilang “oh, oh, oh”. Terlebih, aku memang orang yang mudah kagum dan terpana. Tidak bisa bersikap wajar kalau ada orang yang mengetahui banyak hal. haha.

Kurasa tulisanku sangat kering karena aku belum tahu persis apa yang kutulis disini. Tidak mengapa, kan lagi mengumpulkan potongan puzzle. Tentu harus sabar dan telaten. Sedikit demi sedikit, puzzle-puzzle yang dikumpulkan akan menemukan pasangannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s