Bolos

Mayoritas penduduk kelas kami adalah para bapak yang telah memiliki keluarga kecil. Mereka memikirkan bayak hal dari urusan anak, istri sampai perkuliahan. Ada perkara-perkara kecil yang membuat mereka tidak masuk kelas seperti anak sakit, ada tamu, pergi kondangan, istri sakit dan dirinya sendiri yang lagi kurang enak badan. Haha. Kelas kami belum pernah full masuk semua. Selalu ada yang izin. Lucu-lucu lah persoalannya.

Terlebih, mereka tidak tinggal di Jakarta alias pergi ke Jakarta kalau jum’at Sabtu aja. Waktu kuliah dan untuk kuliah. Salut buat mereka. Padahal mereka bekerja dari Senin sampai Kamis. Jum’at dan Sabtu kuliah. Mungkin punya waktu luang kalau hari Minggu doang. Tapi kan ada tugas kampus, tugas keluarga segala macam.

Imbasnya ke aku apa? Secara gituu, aku tinggal di Jakarta. Tidak ada kegiatan selain kuliah dan ngampus. Single pula. Yang kupikirkan hanya hidupku. Cewek apalagi, tipe bangsa yang primpen dan detail atas perkara-perkara kecil. Tidak bermaksud sombong, hanya umuk saja sebenarnya. Haha. Apa bedanya??

Ada seorang bapak yang mulai merasa pusing kuliah. Maklum, pikirannya bercabang. Anaknya tiga. Punya bisnis pula. Bapak itu tidak bisa total di kuliah, kebingungan sendiri barangkali. Dengan gaya Mario Teguh, meski kepada orang yang lebih tua, kukatakan pada bapak itu kalau temen-temen yang lain juga sudah berkeluarga. Nyatanya mereka bisa. Tentu bapak itu juga bisa. Haha. Sok yes. Padahal aku yang memikirkan hidupku sendiri aja belum bisa memenej waktu dengan baik. Sok-sokan nasehati bapak itu.

Sampai saat ini, aku menjadi salah satu pihak yang rajin masuk kelas. Hanya rajin masuk kelas lho ya. Kalau belajar sih embuh. Sekarang lagi ada temen dari Jogja yang ikut acara simposium dari salah satu kementrian di hotel. Kemarin kita di kemenag seharian. Ia bolos dari acara. Hari ini aku yang berencana bolos kuliah. Masak aku terlalu rajin? Biar nggak mencolok aja sama temen-temen. Standar dan biasa-biasa aja. Tidak masalah kalau kesempatan absen itu digunakan semaksimal mungkin.

Dasarnya aku orang yang terlalu datar menjalani kehidupan ini kali ya, mau bolos aja rasanya deg-degan. Merasa bersalah pada diri sendiri dan orang lain. Pun kepada dosen-dosen. Mereka sudah datang pagi-pagi, eh malahan aku tidak terlalu memikirkan beliau-beliau. Dasar murid tidak tahu malu. Tidak menghargai guru pula. Yasudahlah. Itulah hidup. Ada pilihan-pilihan beserta akibat-akibat. Lakukan aja. Berbuat salah sebanyak mungkin. Dengan begitu, kau bisa belajar banyak dari kesalahan-kesalahan itu.

Asrama Mahasiswa, Matraman Dalam II, Jakarta Pusat
07 Oktober 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s