Minion Class

Aduuuh,,,, gimana ya rasanya? sebulan ini aku berada di SDIT Salsabila. Aku harus bersua dengan bocil-bocil 1D tiap harinya. Kadang aku memanggilnya bociil, bociil. Lalu mereka bertanya bocil itu apa? “Bocil itu bocah kecil”, jawabku. Lalu mereka menunjukku sembari bilang bu guru juga bocil. Pantas saja mereka memanggilku demikian melihat badanku yang gedenya tidak seberapa.

Rata-rata usianya bocah-bocah kelas 1D paling kecil diantara kelas-kelas lain. Badan bocil-bocil itu juga mungil. Mb Gusni memanggil mereka “minion”. aku tak sampai hati memanggil mereka demikian meski panggilan “minion” terdengar lebih keren. Aku hanya memelesetkan minion menjadi “miin, miin, mimin”.

Bocil-bocil itu hanya plengeh-plengeh ketika kupanggil mimin. Mereka tuh belum tahu hidup. Wajahnya polos tak terkira. Angin berhembus ke utara, mereka ngikut ke utara. Ke selatan, ngikut ke selatan. Sedemikian menariknya hidup mereka dalam hidupku.

Wajah polos, pandangan mata yang bening sering membuatku geregetan sehingga aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak menciwel-ciwel pipi mereka. Ina, Satria, Dida dkk. Yang paling minion diantara yang minion adalah Ina dan Satria. Si Satria kadang-kadang malah meminta dipangku. Atau kalau aku duduk di kursi, ia menyelonong ikut duduk di pangkuanku.

Saat ini aku sudah ingin pulang ke rumah untuk waktu yang panjang. Karena apa? Aku merasa keberadaanku di pondok sudah tidak kondusif lagi karena sudah terlalu lama di pondok. Makanya aku berniat pulang atau berhijrah, move on men. Tapi saat mengingat kebersamaanku dengan bocil-bocil itu membuatku tidak tega meninggalkannya.

Saat diminta membuat kelompok hafalan, mereka melendet-lendet ke badanku. Memegangi bajuku dengan bilang “aku samping bu Elysa, aku samping bu Elysa”. Atau kalau mereka melihatku di suatu tempat, mereka meneriakiku “bu Elysa, bu Elysa” sambil dada-dada melambaikan tangan. Bocil-bocil yang welkam dan selalu ceria. Kadang aku bertanya-tanya apakah aku sudah diterima di hati mereka atau belum?

Mengajar dan mendampingi mereka dengan suka cita lebih enteng dibanding dengan mengajar dengan penuh tekanan, target bisa hapal dll. Meski mereka berpolah-tingkah sedemikian rewelnya, kalau moodku lagi bener ya melihat semua itu sebagai warna-warni kehidupanku dan kehidupan mereka.

SDIT Salsabila 03 Banguntapan, 6 April 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s