Berjumpa dengan Prof. Amin Abdullah

UIN Jkt mengundang Prof Amin sebagai salah satu narsum di seminar internasional. Melihat Prof Amin yang memasuki ruangan, rasanya sedang berada di Jogja. Aku bertekad, nanti harus bertanya pada Prof Amin, biar beliau tahu bahwa ada yang sedang bahagia dengan kehadiran Prof Amin. Itu aaaku, kata Sheila On 7.

Kususunlah pertanyaanku terlebih dahulu. Kutulis poin-poinnya sebagai pengingat. Supaya aku bisa menyampaikannya dengan lancar dan dapat mewakili pikiranku. Soalnya, aku bukan tergolong orang yang bisa ngomong dengan fasih. Jangankan fasih, sekedar terdengar jelas aja tidak. Seringnya, aku merasa belepotan saat berkomunikasi lewat bahasa lisan. a u a u,

Kira-kira demikian yang kumaksud, peranan imperium (penguasa tanpa singgasana) untuk menguasai suatu negara begitu kuat dan tidak pernah main-main. Apapun bisa dilakukan imperium biar mereka bisa berkuasa. Lihatlah ide Arab Spring yang berakibat pada revolusi berdarah-darah mulai dari Tunisia sampai Suriah. Timur Tengah sudah hancur sehancur-hancurnya. Negara-negara yang berani melotot sedikit saja pada imperium, langsung ditendang. Berita-berita di medsos bilang kalau presiden Filipina mulai dilirik dan dipentelengi imperium gara-gara presiden keren itu berani angkat suara. Aku padamu mr. presiden.

Salah satu cara imperium untuk menggenggam dunia, Isu-isu sektarian turut dimainkan di dalamnya, seperti fitnah anti Syi’ah itu boi. Imperium punya duit banyak, gerakan dan kuasa. Lha lembaga kajian punya apa? cuman punya wacana, ide dan pemikiran. Pertanyaanku, Seberapa tangguh lembaga-lembaga PT yang memiliki berbagai lembaga kajian seperti PTAIN (PMH, PA), UGM dengan CRCS, ICRP dkk untuk membentengi Indonesia dari cengkraman imperium?

Tapi karena barangkali aku tidak bertanya dengan bahasa yang baik dan hanya mbulet, Prof. Amin belum menjawab pertanyaanku dengan jawaban yang kuinginkan. Rapapa, segitu aja aku sudah senang. Mayoritas penanya adalah alumni UIN SUKIJO, barngkali memang pada baper Jogja dengan berjumpa dengan Prof. Amin. Penanya pertama juga bilang kalau ia rindu sekali dengan Jogja, nuansa akademik di Jakarta sedikit banyak berbeda dengan Jogja.

Oh iya, 3 kursi di sebelah kananku, terduduk seorang artis tivi, ialah ustazah Oki Setiana Dewi. Sekali-dua kali, aku mencuri-curi pandangan ke arahnya. Ih, ada artis boi. Semoga dengan munculnya artis-artis yang berilmu, channel-channel tipi tidak dipenuhi dengan siaran yang suka memprovokasi, harapku. Artis ya manusia biasa. Mereka juga butuh makan, berumah tangga, belajar, ngaji dan datang ke tempat-tempat seminar. Kenapa aku harus melongo? dasarr.

Aku datang dengan anak asrama, Java Al Kholifah dan janjian dengan teman sebangku di Aliyah, Zeni Nur Lathifah. Kesanku pada si Zeni, ia berada di Jakarta 5 tahun, ngomongnya tidak berubah. Tetap seperti orang Guyangan dengan bahasa khasnya “jah/ ja ah”. Aku meledikanya di sepanjang kebersamaan kami. AKu pun tak bisa berhenti memegangi perut karena terpingkal-pingkal melihat ulah Zeni. Ia tetap seperti yang dulu, selalu lucu dan menghibur. Berteman dengannya, dijamin tak akan kekurangan bahan tertawaan.

Kata Kholifah selepas aku bertanya, “mbak, tadi dilihatin terus sama ustazah Oki pas mbak nanya”. AKu belum ngeh dengan sosok Oki yang dimaksud Kholifah. Kukira Pak Oki dosen filsafat yang sering diperbincangkan dubidu Durotun Nasihah dengan semua orang yang ditemuinya. Kholifah mengulang-ulang kalimatnya, aku baru paham. Haha. Loading lemot. Biarin aja, sekali-kali ia harus melihat aku. Masak aku terus yang harus melihat dia. haha
OSD memang manusia biasa seperti kami, namun ia berebda dalam beberapa hal. Misalnya saat semua peserta berdesak-desakkan antri makan siang, ia tetap anteng di tempatnya. Haha

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s