Subjektifitas Penulis

Sanad merupakan salah satu aspek penting dalam keilmuan Islam. Melalui sanad, keilmuan seseorang bisa dipertanggungjawabkan sampai pengarang kitab, bahkan sampai Nabi Muhammad SAW dalam kajian hadits.

Kajian sanad, dalam hal ini dibahasakan dengan “Jaringan” oleh Azyumardi Azra merupakan kajian yang masing jarang dilakukan. Ilmu sanad lebih populer diterapkan dalam kajian hadits dan dipraktikkan oleh tarekat-tarekat. Di pesantren-pesantren, sanad menjadi hal yang paling urgen. terutama dalam mempelajari Al-Qur’an. Pak Azyumardi Azra menjadi salah satu tokoh kunci yang membuka pintu kajian sanad ulama Nusantara. Aseek.

Melalui buku Jaringan Ulama Nusantara Abad XVII dan XVIII (Akar Pembaruan Islam), Pak Azyumardi mengupas dan menelanjangi data-data yang mengabarkan bahwa ulama kita (Nusantara) adalah ulama yang memiliki kiprah di kancah internasional dunia Islam. Tepatnya di Haramayn (Makkah dan Madinah). Ulama-ulama seperti yusuf Al-Maqassari, Abdurrauf As-Singkili dkk memiliki jaringan keilmuan dengan ulama-ulama di belahan negara lain. Mereka saling mempengaruhi dan dipengaruhi. Mengambil ilmunya dari dan diambil ilmunya.

Lalu ada sebagian orang yang bilang kalau Pak Azyumardi bisa menulis jaringan ulama “reformis”, tentu bisa dibuat tandingannya dengan menulis jaringan ulama “tradisionalis” dong? Dari pernyataan tersebut bisa ditarik pernyataan bahwa Pak Azyumardi tidak sepenuhnya objektif, melihat background beliau yang dari salah satu ormas keagamaan terbesar di Indonesia, Muhammadiyah. Ada maksud terselebung di buku tersebut. Titik berangkat pak Azyumardi saja barangkali.

Tentu jawabannya sangat bisa. Contoh kecil terjadi padaku saat menulis skripsi tentang Muhammad Thalibi mengenai konsep Ummatan wasathannya dalam Al-Qur’an. Kenapa aku menulis tema demikian? aku bisa menjelaskan alasan-alasan yang terlihat akademik. mengenai gerakan Islam radikal, padahal telah dijelaskan AL-Qur’an bahwa umat Islam merupakan umat yang moderat (ummat wasath). Sudah terbaca akademik belum? Pernyataan tersebut ada di latar belakang masalah.

Namun, tahukah para bapak dosen maupun teman-teman bahwa apa yang kutulis merupakan pandangan duniaku saat itu yang dipenuhi gerakan-gerakan Islam. Pihak radikal dan moderat. Aku mendukung kelompok moderat. Ini hanya persoalan tertarik dan tidak tertarik. persoalan suka dan tidak suka. Titik berangkatku adalah perkara ideologis saja. Sedangkan alasan akademik dan pembenaran bisa dicarikan nanti saja. Intinya aku suka pemikiran Islam moderat, alasan kan bisa dibuat. haha.

Kemudian, seberapa besar prosentase objektifitas dan subjektifitas yang ada dalam setiap tulisan? Meski objektif berdasarkan data, namun data mana yang kita pakai? Karena tentu kita memilih dan hanya memasukkan data-data yang sesuai dengan pemahaman awal kita. Ennah kan semakin membingungkan dunia akademik yang penuh tipu-tipu ini? Sudah tahu ditipu, kenapa masih mau dan sukarela ditipu? tahu ah, matahari dan bulan belum menampakkan dirinya, masih gelap.

Asrama Mahasiswa, Matraman Dalam II, Jakarta Pusat
02 November 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s