Yeni bir Dunya

“Hasyaruna, qataluna, dzabbahuna” adalah sepenggal lirik yg dinyanyikan bocah Palestina di youtube. Betapa capek sekali mendengar berita perang dimana pun berada. Pak guruku pernah bilang kalau mau belajar sejarah, jangan hanya sejarah politiknya saja karena pasti berisi perang dan perang.

Pak Manshur menyarankan kami untuk membaca sejarah sosial seperti bukunya Ira Lapidus. Puyeng kepala ini saat mengetahui terjadi pengusiran, pembantaian, pembersihan manusia dll. Kami yg hanya melihat dari jauh saja merasa lelah tak terkira. Bagaimana mereka yg mengalami sendiri, hidup dalam ketidakpastian penduduk dunia. Banyak orang telah menyuarakan kejengahan akibat peperangan. Perang merusak tatanan. Berapa biaya yg keluar untuk sebuah perang???. Nasida ria bilang, “Dunia, jangan adu domba Palestina”, “banyak yang cinta damai, tapi perang makin ramai. Bingung2 ku memikirnya”. Adu domba dan fitnah turut meramaikan perang. Mereka mengusir kami, mereka membunuh kami, mereka menyembelih kami.

Fenomena di atas adalah dampak dari proyek tatanan dunia baru.

Iklan tipi dengan pede bilang bahwa dunia lama akan berakhir, dan dunia baru akan dimulai. Dunia dimana lifeboy mengedukasi untuk mencuci tangan dang pepsodent mengajari anak-anak untuk menggosok gigi. Entah karena kesensianku pada istilah dunia baru atau apa. Aku belum memiliki data. Jangankan data, sekedar pertanda yang akan mengarah pada kesimpulanku pun tidak ada.

Aku hanya bermain-main dengan spekulasi, entah terkait atau tidak. Yang jelas, aku sedang mengkait-kaitkannya. Pertama, mengenai sebuah tatanan dunia baru dan meninggalkan dunia lama. Apa maksudnya? dunia baru yang sedang digagas oleh imperium? Atau dunia apa yang dimaksud? Dunia baru dalam lagu Turki Yeni bir Dunya? Kenapa narasinya menggunakan kalimat dan konsep dunia baru? Kedua, perusahaan, industri yang bernama unilever.

Bukankah perusahan-perusahaan mana pun memperoleh duitnya dengan cara setan? satanic money. Haha. Malah teringat Salman Rushdie dengan satanic versesnya. Apa hubungannya? tidak ada hubungan apa-apa. Tidak perlu cemburu atau curiga. Udah, gitu aja. Back to korporasi internasional. Betapa industri berandil besar dalam melanggengkan untaian menyakitkan “yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin”. Ketiga, anak bule yang membayangkan keidealan dunia baru. Anak bule ini yang menjadi subjek. Sedangkan anak-anak Indonesia yang kluwus-kluwus menjadi objek. Kalau bocah Indonesia bisa mencuci tangan dengan lipeboi dan gosok gigi dengan pepsoden, dikatakan telah memasuki dunia baru yang penuh “kemajuan”.

Secara sadar atau tidak, aku menjadi sebal sendiri menyaksikan iklan tipi ini. Tiga perkara yang mendasari spekulasi amatirku. Maklum, aku masih spekulan pemula. Apa yang kuspekulasikan belum tentu tepat. Bisa jadi berkebalikan 180 derajat dari apa yang kubayangkan. Maksudku, itu hanya kesan pribadiku saja. Tidak perlu ditanggapi secara serius.

Ketiga hal yang kujadikan pijakan untuk menerka-nerka adalah dunia baru (New World Order), korporasi dan bocah bule yang seolah superior. Haha. aku memang lagi kedatangan tamu bulanan, makanya suka ngelantur kalo nulis. Tidak dipikir secara mendalam. Asal njeplak. Haha. Biarlah, intinya aku nggak demen sama imperium. Alasan kan bisa dibuat-buat.

Nih lagu yang berjudul Yeni bir Dunya,

Gordum nurlu geleceği
ruyamda bir gece,
Işıklar yağıyordu
her yer sessizce

Âhenkle işleyen saat gibiydi
Bir bir silinip gitmişti
karanlik gecede

Âhenkle işleyen saat gibiydi
Bir bir silinip gitmişti
karanlik gecede

Yeni bir dunya Yeni bir dunya
Yeni bir dunya Kuruyorlardi
Yeni bir dunya Yeni bir dunya
Yeni bir dunya Kuruyorlardi

Her Taraf Gokler gibi piril piril
Yeni bir dunya Kuruyorlardi

Her Taraf Gokler gibi piril piril
Yeni bir dunya Kuruyorlardi

Ne Civanlar yuzlerinde
gariplik rengi,
Anladım ki bu garip kutsiler gibi
Şukranla gerilip
gezenler vardı kolkola
Sonra bir bir ulaştı
herkes bu yola

Yeni bir dunya Yeni bir dunya
Yeni bir dunya Kuruyorlardi
Yeni bir dunya Yeni bir dunya
Yeni bir dunya Kuruyorlardi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s