Pak Ahmad Ginanjar Sya’ban

Dalam foto itu, Pak Ginanjar yang tengah.

“Andaikan Pak Ginanjar perempuan, beliau akan kujadikan istri”, kata salah seorang teman yang bernama Pak Gilang.

Pak Ginanjar adalah salah satu dosen favorit di kelas kami. Bagaimana tidak? Pak Ginanjar merupakan dosen muda, ganteng, suka ilmu dan belajar, dasar ilmunya kuat, bacaannya luas, semangat, tawadhu’ dan open minded. Beliau berhasil membuat kami tercengang setelah menjelaskan detail sambung-sinambung keilmuan, peradaban, dan mata rantai (sanad) ulama. Lengkap syudaaah.

Mestinya kami tidak perlu melongo dan terkejut andaisaja kita telah membaca dan membaca. Namun karena bacaan kami belum menjangkau bacaan Pak Ginanjar, makanya kami selalu terbengong-bengong. Mungkin suatu saat kami tidak akan terkaget-kaget lagi setelah membaca dan mencari.

Tadi Pak Ginanjar menenteng beberapa kitab kuning yang dibungkus koran bekas. Pak ginanjar bercerita bahwa beliau habis mendatangi toko kitab tua di daerah Bogor. Beliau mendapatkan kitab-kitab kuning yang ditulis oleh ulama-ulama Aceh. Kalau tidak diselamatkan, kitab tersebut akan hilang dari peredaran dan peradaban Nusantara.

Salah satu upaya Pak Ginanjar adalah mengumpulkan kitab-kitab karya ulama Nusantara. Toko-toko kitab berusia tua beliau datangi. Kitab-kitab yang dicari Pak Ginanjar sudah tidak didisplay pemilik tokonya. Mungkin termasuk list atau daftar kitab yang tidak laku sehingga tidak diperjual-belikan lagi. Sampai-sampai pemilik toko kitab tersebut keheranan karena Pak Ginanjar mencari kitab-kitab “pinggiran”.

Suatu ketika Pak Ginanjar masih belajar di Mesir, beliau mendatangi percetakan Musthafa Babi Halabi. Sebuah penerbitan tua yang tidak hidup dan tidak mati (la yamutu wa la yahya/ tidak bermutu namun mengeluarkan banyak biaya. versi alm. Pak Masruri, guru Mts ku). Pak Ginanjar mencar-cari kitab yang ditulis ulama Nusantara.

Gudang penerbitnya berdebu, Pak Ginanjar harus memakai masker ketika membongkar kitab-kitab lama itu. Di tempat yang kurang terawat itulah harta warisan moyang kita ada di sana. Termasuk juga di toko buku loak atau toko kitab tua. Pak Ginanjar menemukan surat yang terselip di dalam salah satu buku. Bagaimana surat itu ada di situ? Entahlah, aku hanya ingin menyampaikan cerita Pak Ginanjar mengenai surat tersebut.

Sepasang kekasih yang terpisah oleh jarak. Istilah sekarang ya ldr-an kali ya. Perempuan berada di Nusantara, sementara lelaki ada di tanah Arab untuk belajar. Rindu tetaplah rindu. Meski tidak ingin, kadang rindu menyeruak masuk begitu saja ke dalam sanubari. Bagaimana dua orang itu melapiaskan perasaannya? melalui surat.

Tahukah engkau bagaimana surat itu bisa sampai kepada orang yang dirindukan? Surat itu dtitipkan seseorang yang menumpak kapal. Kapal berlayar 9 bulan menuju tanah Arab. Seperti yang diceritakan Tereliye dalam bukunya yang berjudul Rindu. Ibaratnya kalau ada orang hamil, ia akan melahirkan di dek kapal. Betapa sembilan bulan bukanlah waktu yang sebentar. Iya kalau surat itu jatuh dan sampai ke tangan orang yang dimaksud. Kehidupan laut juga memiliki aturan mainnya sendiri. Kalau-kalau kapalnya karam atau apa, siapa yang tahu?

Seandainya suratnya sampai, berapa bulan lagi balasan surat itu akan tiba kepada pengirim surat? Betapa rindu memakan energi dan waktu yang tak terkira. Efeknya apa? Surat itu mengirimkan pesan-peran yang teramat dalam dan sunyi. Betapa oh betapa. Kata surat itu, aih aku lupa kata-katanya, Pak Ginanjar pasti ingat. Sekilas saja demikian “kalau rindu ini membakar”… hiks aku terlupa. Sudahlah, intinya begitu.

kembali pada sosok Pak Ginanjar.
bersambung

Asrama Mahasiswa Nahdhatul Ulama, Matraman Dalam II, Jakpus
15:39 16 November 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s