Haul Gus Dur

Menulis dalam kehilangan nuansa memang berat. Nulis tanpa penjiwaan dan segenap perasaan. Hanya menulis tanpa tujuan. Yasudah, niat hati memang mau menulis tapi sudah tertimbun persoalan-persoalan lain sehingga ya sekedarnya saja. Rapapa lah, jangan dijadikan alasan untuk tidak menulis sama sekali. Jum’at sore, kami berangkat ke Ciganjur dengan naik krl dari stasiun Manggarai. Aku, Kasmi,…

Pak Radhar Guruku

“Pak”, sapaku karena kaget dengan kehadiran Pak Radhar. Sebelumnya sudah ada kabar bahwa beliau tidak bisa masuk kelas. Aku langsung memberi aba-aba pada mas Hasan. Beliau yang kusapa tidak menimpali sapaanku dengan sebuah jawaban lisan. Pak Radhar hanya memberi jawaban “iya” dengan menaikkan salah satu alis mata beliau. Kebetulan badanku masih lemes gara-gara belum makan…

Kangen Gus Nang

Tiba-tiba merasa berada di suasana yang paling sendu dan rindu. Rindu akan kehadiran sosok guru dalam hidupku. Gus Nang. Aku teringat bantal-bantal di tempat ngaji kami. Bantal yang dibuat untuk duduk, menyandarkan badan dan penyangga kaki. Bolpoin yang nongol ketika kami salah mengeja kalam-Nya, beserta tangan beliau yang penuh kelembutan. Suara “hem” tak kalah ngangeni….

Petani Kendeng Masih Terus Berjalan

Kemarin melihat timeline facebook yang mengabarkan bahwa Kendeng akan tampil di Mata Najwa. Aku tak bisa menyaksikannya dari TV karena nggak ada TV di asrama. Tak sabar menunggu hasilnya. Hasil pembicaraan Pak Ganjar dengan warganya. Barangkali aku sudah ilfil duluan sama Pak Ganjar sehingga aku membayangkan kalau acara tersebut akan rusuh. Kalau aku yang diundang,…

Lemes

Mau ngapain lagi kalau nggak ke perpustakaan? Lha dibiayai rakyat untuk belajar kok. Ya, hari ini aku ke perpusnas dengan bu Zakiah. Kebetulan bu Zakiah punya waktu lega. Besok, kedua putrinya pulang dari pesantren, liburan. Dijamin beliau bakalan repot dan nggak bisa mikirin aku dan tugas kami. wkwk Sepanjang hari ini aku hanya berjalan tanpa…

Sejarah Kita

Kemarin baru merampungkan bukunya Prof. Dr. H. Aboebakar Aceh mengenai Sejarah Awal Masuknya Islam ke Indonesia. Buku yang sangat tipis, terangkum dalam kisaran empat puluhan halaman. Terbit sekitar tahun 70-an. Tepatnya tahun 1971. Buku langka seperti ini sulit ditemukan di toko-toko buku di Indonesia. Aku mendapat buku tersebut dari salah satu potokopian di Ciputat melalui…

Gawai Melambai

Kuota internetku sedang habis. Sengaja tidak langsung kuisi, bukan karena nggak punya duit, tapi ngirit. Haha apa bedanya? Nggak nding. Sekedar ingin tahu saja, menguji diri sendiri seberapa kuat bertahan dalam keadaan ini? Hidup tanpa kuota, apa susahnya? Baru dua hari saja sudah kelabakan dan gatel ingin nyari wi-fi gratis atau tetring hape teman. Ternyata…

Cinta Monyet

Cinta barangkali seperti perasaan-perasaan lain yang timbul di hati manusia. Sebagaimana halnya benci, sayang, dendam, marah, bahagia. Ia hanya perasaan. Bisa timbul, bisa tenggelam. Bisa datang dan pergi begitu saja. Perjalanan cinta sangat alami, tidak bisa dibuat-buat. Akan jadi lain soal jika sepotong perasaan dalam hati ini telah banyak menguras energi manusia. Tenaga, pikiran dan…

Asrama Mau Dibawa Kemana?

Asrama kami belum menemukan landasan teori, #eh landasan berpijaknya. Bagaimana ya? Asrama mahasiswa terbentuk dengan tujuan supaya menjadi titik-titik NU di Jakarta. Sungguh itu bukan tujuan yang main-main dan mengeluarkan kocek yang tidak sedikit. Namun apa yang terjadi berkebalikan dengan cita-cita luhur itu. Jangankan kepada STAINU, UNU, NU, kepada diri sendiri pun kami belum bisa…

Edisi Curcol

Kemarin tiba-tiba ngomong tak berkesudahan dengan mbak Afi dan anak semester 3. Saat itu nunggu mbak Afi, penjaga perpus STAINU yang belum datang di kampus. Aku juga heran, Jakarta yang kota super sibuk ini, kenapa jam operasinya siang? Jam 9 sudah terhitung sangat pagi. Sebenarnya, aku hanya menceritakan pembicaraan di kelas Pak Radhar. Lagi-lagi Pak…

GAYA HIDUP

Kemarin barangkali menjadi hariku yang paling boros. 100ribeng keluar begitu saja. Maksudnya tak berbekas. Uang segitu kugunakan untuk nonton Headshot, makan bubur, beli kentang goreng n ongkos kopaja. Betapa mudah sekali mengeluarkan dan menghabiskan uang. Dibanding temen-temen, mungkin masih bisa ditolerir karena mereka kerap mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli baju, tas maupun sepatu….

Asramaku Sayang

Sehabis ngaji dengan Pak Said, kami berbincang-bincang sebentar. Membicarakan keberlangsungan hidup jiwa dan ruh asrama. Ibaratnya, asrama seperti zombie atau mayat hidup. Hidup sih cuman nggak ada geregetnya. Pak Said datang dalam rangka ini. Misal nanti asrama sudah bisa dilepas, Pak Said akan mencari wilayah lain yang perlu didorong. Saat ini, asrama kami adalah sasaran…