Cinta Monyet

Cinta barangkali seperti perasaan-perasaan lain yang timbul di hati manusia. Sebagaimana halnya benci, sayang, dendam, marah, bahagia. Ia hanya perasaan. Bisa timbul, bisa tenggelam. Bisa datang dan pergi begitu saja. Perjalanan cinta sangat alami, tidak bisa dibuat-buat.

Akan jadi lain soal jika sepotong perasaan dalam hati ini telah banyak menguras energi manusia. Tenaga, pikiran dan perasaan itu sendiri. Semua perhatian tertuju pada cinta. Aku pernah berusaha mengembargo perasaanku terhadap seseorang. Kutekan sedemikian rupa supaya aku bisa mengendalikan diriku sendiri. Karena bagaimana pun, aku sering kalap kalau sudah suka sama orang. Banyak hal absurd yang kulakukan. Sungguh tak bisa dinalar. Hahaha. Dan itu sangat memalukan.

Aku akan mencoba mendeteksi perasaan ini sejak kemunculannya yang pertama kali dalam hidupku. Itu terjadi ketika aku kelas 5 MI. Aku nggak tahu itu sejenis perasaan apa, yang jelas aku menaruh rasa suka terhadap tetangga satu RT. Umurnya jauh di atasku.
Lalu di sekolah pun aku sering bertemu pandang dengan dua sampai tiga teman laki-laki. Padahal, teman cowok kami hanya ada lima orang. Setelah bertemu pandang, kami membuang muka malu-malu. Kemudian akan bertemu pandang lagi di beberapa menit kemudian. Anehnya, teman laki-laki itu juga bertemu pandang dengan teman-teman perempuanku yang lain.

Kami tak saling mempermasalahkan karena kami belum begitu mengerti apa artinya dari fenomena itu. Suatu ketika, aku dan beberapa temanku curhat, memberi sedikit bocoran mengenai siapa teman yang kami sukai. Kami memiliki kuncir rambut yang ada kotak-kotak kecil bertuliskan huruf-huruf. Kami menunjuk huruf nama awalan teman kami yang kami suka. Hahaha. Ternyata rumit karena kami suka pada beberapa orang yang sama. Setelah itu kami tertawa menyadari kelucuan diri.

Lalu ada adik kelas yang mengirimiku surat di mejaku. Sekolah kami baru dalam proses pembangunan sehingga masih ada bekas bahan bangunan seperti bambu, kayu, besi dan material lain di sekolahan kami. Lucunya lagi adalah reaksiku saat itu yang sangat kekanak-kanakan. Tanpa sudi membaca surat itu, aku langsung menyobek dan membuangnya ke tempat sampah. Tentu sambil dongkol dan mensumpah-serapahi adik kelas. Berani-beraninya ia memberiku surat. Jijik aku terhadapnya.

Oh ya, waktu itu memang aku nggak memiliki kakak kelas sehingga yang bermain-main perasaan dengan kami adalah adik tingkat. Hahaha. Sampai-sampai aku pengen pindah sekolahan karena diteror adik kelas tiap hari. Ada saja tingkahnya. Pada jam istirahat, mereka para adik kelas bergerombol ke kelas kami, membual apa pun mengenai cinta monyet mereka. Sekali waktu pernah membawa ayam hidup sebagai simbol lamaran si Kandir kepada temanku, Rina. Kemudian Rina nangis dan kami menyalahkan para adik kelas.

Kami kelas enam selalu berurat-nadi melawan kebrutalan adik kelas. Adik kelas selalu menggoda kami. Namun, apa yang dilakukan teman laki-laki di kelas kami? Mereka cuek dan bermain sendiri tanpa berpikir harus membantu kami dalam menghadapi serangan adik kelas. Dikiranya apa yang kami alami adalah urusan sepele dan tak berarti. Kami para 10 srikandi adalah pahlawan sekolah yang bertempur melawan segerombolan pengacau sekolah. Haha. Lebai

Mb Firoh, Neli, Rina, Mbak Ida, Mbak As, Encop, Fatimah, aku, Khusnul dan Nia. Kami melawannya bersama-sama. Suatu ketika adik kelas datang dan kami langsung menghatamnya dengan kayu serpihan bangunan sekolah. Eh kena kening adik kelas, daaaan? berdarah. Hehe. Sudah tentu peristiwa ini menjadi headline news di kampung kami. Tidak hanya di sekolahan, tapi sampai ke telinga warga desa. Wkwk. Kira-kira demikian bunyinya, Kelas 6 telah membuat kepala salah satu murid kelas 5 bocor.

Bersambung…

Asrama Mahasiswa, Matraman dalam II, Jakarta Pusat
18 Desember 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s