Gasing

Hari Sabtu kami berkumpul di Bulungan blok M. Meneliti masyarakat bahari, orang-orang yang masih menyimpan identitas bangsa. Mata kuliah Pak Radhar. Ya Allaah, males banget nulis. Nggak nulis aja sih, males melakukan yang lain juga. Di Bulungan itu kami didatangi anak kecil yang jualan tisu. Lima rabu satunya. Sebelumnya, Bu Zakiyah, mas Mukhtar, Mas Hasan…

Blog ini…

Sebelumnya, tidak usah gimana-gimana ya Mas. Aku mung pengen bercerita. Bagiku, sampeyan adalah orang yang mengantarkanku memasuki dunia tulisan. Sampeyan menyarankanku untuk menulis catatan harian buat latihan menulis. Waktu itu aku habis membeli netbook baru di Jogjatronik. Konternya menawariku hadiah buku atau mug. Temanku memilih mug, sedangkan aku mengambil buku. Ennah, buku hadiah netbook Acer…

Membesarkan Hatiku

Di Jogja, aku datang ke Ma’iyahannya Cak Nun Cuma sekali. Itupun main umpet-umpetan sama pengurus. Kalau ketahuan, aku bisa disuruh baca surat ngiprit di hadapan seluruh santri. Jujur, aku pernah ngiprit (nggak pulang ke pondok) dua kali. Pertama karena nginep di kostan Ceceu. Kedua saat pergi ke mBantul itu. Belum lagi kabur ke Jombang saat…

Aku Datang (Lagi) Dek

Sudah lama rasanya tak menulis di blog. Semacam sibuk. Banyak waktu habis di jalan. Aku datang Aku pergi Aku datang (lagi) Terus menulis, Dek. Terus semangat dan jaga kesehatan. Khr-Kota Asap *Nulisnya pendek, maklum laptop pinjem 🙂

Sekolah Menulis NU On

Senin malam, kami berkumpul di kantor redaksi NU Online. Temen-temenku yang lain adalah Wiwi, Neneng, Ilham, Aru, dan anak LAZIS yang kulupa namanya. Membawa nama s2 bukanlah perkara mudah. Apalagi orang sepertiku yang tidak terlalu sungguh-sungguh dalam menjalani kehidupan. Dikiranya seperti apa, nyatanya ya begini-begini saja. Ilmu, keterampilan, pengalaman dkk masih sangat minim. Harus banyak…

Konferensi Pers Untuk Masyarakat Kendeng

Menulis di blog lebih mengalir dibanding ketika menulis untuk suatu berita. Rasa-rasanya kaku dan sebentar-sebentar berhenti. Bingung merangkai kata-katanya. Ada aturan yang baku, tidak dianjurkan untuk asal tulis. Bagaimana menarasikan peristiwa ke dalam deretan huruf-huruf. Harus memperhatikan SPOK, perkara yang selama ini tidak begitu kuperhatikan. Main tabrak saja, semau gue. Menulis hal serupa, untuk Kelas…

Mencoba Berbaur

Hari Jum’at, aku datang ke kantor redaksi NU Online di lantai lima gedung PBNU, Jakarta Pusat. Sebelumnya, aku mendaftar sebagai peserta Kelas Menulis yang baru dibuka oleh NU Online. Penanggung jawab acara tersebut adalah Abdullah Alawi. Nama yang baru saja kubaca di buku yang dipdfkan. Penulisnya Arlian Buana, diberi kata pengantar Mas Iqbal Aji Daryono,…

Masjid Sunda Kelapa

Sekolah kadang membuatku semakin terasing dengan realitas sekitarku. Kok bisa? Aku menjadi berada di tempat yang agak tinggi. Dan bagaimana caranya kembali ke asalku? Kajian di Masjid Sunda Kelapa ditujukan untuk emak-emak. Kukira, kajiannya seperti yang ada di Masjid Jenderal Sudirman Jogjakarta. Sampai di sana habis Maghrib. Tertulis nama penceramahnya “Dr. Darwis Hude”, nama yang…

“Njaay Perang Dingin”

Kata Mas Agung di grup WA. Perjalanan kondangan ke Mas Idris di Cirebon menghasilkan penemuan barang berharga. Rombongan Ibnu Adam mendapatkan satu kardus manuskrip asli. Entah bagaimana caranya. Aku masih penasaran sama trik-trik yang digunakan untuk memperoleh manuskrip. Hal itu tak lepas dari peran mas Jauhar yang masih anak-turun Pak Kyai. Juga pak Gilang yang…

My Best Bapak

Ketika aku meminta Bapak untuk datang ke pondok dan memamitkanku pada Gus Nang. Di situlah aku merasakan hubungan anak-bapak yang sangat dekat. Menemani Bapak tidur di Poskestren. Membelikan makan dan minum. Mencoba mengenalkan makanan-makanan Jogja seperti Lotek dan es buah. Makanan yang teramat sederhana, tapi tidak bagiku. Aku ingin membahagiakan Bapak, sebisa-bisaku. Aku masih anak…

Rihlah Bintu Adam (Part I)

Pelancong-pelancong manca negara seperti Ibnu battutah menjadi salah satu idola para pengkaji sejarah. Temen-temen kelas (para bapak) pergi kondangan ke rumah mas Idris. Judul “Rihlah Bintu Adam” niru pernyataan Pak Rohim yang bilang kalau perjalanan ke Cirebon itu adalah “Rihlah Ibnu Adam”. Tentu Pak Rohim terinspirasi dari kalimat “Rihlah Ibnu Battutah”. Hahaha begitu runutannya. Opret…

Wong Lanang

Aku baru saja tiba dari Serang, rumah Opret. Sengaja main-main ke rumah temen-temen yang berada di sekitar Jakarta dan Jawa Barat. Besok kalo sudah di Jepara, akan sulit bermain-main ke kota-kota jauh. Walau belum pernah datang sebelumnya ke Banten, aku merasa biasa saja ketika dalam perjalanan. Ya jalan biasa, tidak takut atau berpikiran yang macam-macam….