Apaa?? Blog Kita???

Membaca tulisan sampeyan yang lalu, aku menafsirkan bahwa sampeyan: “Orang yang mati rasa”. Tulisannya sudah kutebalkan, kukasih koma dua di atas dan kugarisbawahi menandakan bahwa “hal itu adalah benar-benar gawat darurat.” Jadi tolong perhatikan baik-baik nasehat yang akan kubagi-bagikan secara gratis dan sukarela ini.

Sampeyan berada di posisi yang memprihatinkan jika ditilik dari kacamata anak muda jaman sekarang. Sampeyan sudah terlanjur mencintai diri sendiri dan hidupmu sehingga belum pernah terbesit dalam pikiran untuk mencintai sesama hidup yang berlawananan jenis dengan sampeyan. Meminjam istilahnya Arlian Buana yang melabeli Mas Abah (Abdullah Alawi, mentorku di Kelas Menulis NU Online) sebagai orang yang jomblo sejak dalam pikiran. Kayaknya, cocok juga kalau sampeyan dilabeli demikian. Wkwkwk. Dilarang marah.

Sebenarnya aku juga pernah dibilang “mati rasa” oleh salah satu teman. Tapi kalau sampeyan berniat untuk menikah dengan seorang gadis, maka bertobatlah! Seperti yang diceploskan Mas Abah bahwa hidup itu tidak hanya berita. Mungkin saat ini sampeyan sedang memacari laptop, buku, berita dan semacamnya. Tapi perlu sampeyan perhitungkan bahwa sampeyan tidak selamanya hidup begitu. Aku memang sedang bijaksana sehingga bisa mengeluarkan petuah-petuah yang ampuh. Wek-wek!

Kebetulan aku menemukan notes bagus yang ternyata menjadi sticky notes di netbookku yang layarnya pecah separo. Demikian bunyinya:

“Jangan kamu kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah kesesuaian jiwa, dan jika itu tak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad.” ~ Imam Ali as

Hayoo… Wani piroo???

Terus kalau sudah menemukan jiwa yang sesuai, Jamrud memberi sampeyan trik-trik khusus dalam lagunya. Kalau sampeyan nggak mau ditertawakan jam dinding, maka sampeyan harus mengikuti les atau semacam kursus untuk merangkai kata. Itu kata Jamrud lho, bukan kataku.

Tigapuluh menit, kita di sini, tanpa suara
dan aku resah harus menunggu lama kata darimu

Mungkin butuh kursus merangakai kata untuk bicara
dan aku benci harus jujur padamu tentang semua ini
jam dinding pun tertawa karena ku hanya diam dan membisu
ingin kumaki diriku sendiri yang tak berkutik di depanmu

ada yang lain di senyummu yang membuatku gugup tak bergerak
ada pelangi di bola matamu dan memaksa diri tuk bilang aku sayang padamu
aku sayang padamu

Mungkin suatu nanti kuungkap semua isi di hati
dan aku benci harus jujur padamu tentang semua ini
jam dinding pun tertawa karena ku hanya diam dan membisu
ingin kumaki diriku sendiri yang tak berkutik di depanmu

ada yang lain di senyummu yang membuat lidahku gugup tak bergerak
ada pelangi di bola motamu
seolah memaksa dan terus memaksa
ada pelangi…

*huwouwoo

Asrama Mahasiswa, Matraman Dalam Dua, Jakarta Pusat
08 Februari 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s