Semobil dengan Pak Radhar

Habis UAS, kami bertolak menuju rumah Pak Radhar di Ciputat. Aku ikut nebeng mobil Pak Radhar. Sedangkan teman-teman yang lain ikut mobil Pak Anam. Pak Radhar adalah orang yang serius. Di Bulungan, kami ngobrol ngalor-ngidol nggak ada jelunturungannya. Pak Radhar meminta kita supaya diskusi tematik saja. Lebih baik begitu dari pada melakukan hal yang sia-sia. Atau pulang saja ke rumah, berkumpul keluarga. Ngomong tak ada gunanya, buat apa?

Di mobil, Pak Radhar memancing kami untuk bersuara. Bagaimana penilaian kami terhadap tokoh Walisongo. Pak Radhar bilang bahwa Walisanga adalah pihak yang harus bertanggungjawab atas kerusakan Islam yang terjadi di Indonesia. Islam yang semula bergerak di wilayah kebudayaan malah dibawa masuk ke politik. Jadinya ya begini, Islam yang sangat formalistik. Tapi di pihak lain, ada yang lebih formalistik dibanding NU. Aku masih penasaran dengan pandangan Pak Radhar.

Bagaimana pun juga, Walisongo diceritakan berdakwah dengan cara yang ramah dan santun. Tidak melalui jalur kekerasaan. Malahan lebih mengakomodir tradisi dan budaya. Kok dikesankan Pak Radhar demikian ya? Menurut Pak Radhar, Walisanga memasuki pemerintahan dan istana-istana dalam mengislakan Jawa. Mengenai data-data sejarahnya, harus dilakukan pembacaan yang mendalam. Aku memang kurang baca dan masih sangat malas untuk membaca. makanya belum mampu mengidentifikasi dan menganalisis peristiwa.

Sebagaimana biasa, bagaimana orang kontinen hidup. Orang bahari juga hidup. Budaya keduanya berbeda. Budaya yang dimaksud adalah watak dasar. Bukan berarti bahari lebih unggul dari orang kontinental. Bukan juga sebaliknya. Hanya saja, kita memiliki kebudayaan sendiri. Ini adalah jawaban dari pertanyaan yang muncul-tenggelam di kepalaku. Terima kasih Mas Agung yang sudah membuka pertanyaannya.

Pak Radhar bercerita ada orang mana gitu yang berperang melawan kaumnya sendiri. Perang yang ditradisikan. Dimulai pagi hari, Dzuhur istirahat dan shalat. Habis shalat ya lanjut perang lagi. Mereka shalat di mushalla yang sama. Ada yang benar-benar mati. Ada yang bertugas melaporkan ke polisi. Ada orang yang dapat bagian menjadi tersangka, mengaku telah membunuh saudaranya pada polisi. Setelah jatuh korban, hidup kembali normal. Nggak ada dendam atau apa.

Bingung kan sama penjelasannya? Iya lah. Perang itu diadakan untuk mencegah konflik yang lebih besar lagi. Misalnya di daerah itu telah memuncak suhu masalahnya. Lha perang itu sebagai penyeimbang kehidupan saja. Hal alamiyah, perputaran hidup manusia. Atau perjalanan sejarah yang sangat wajar.

Aku langsung kepikiran sama orang-orang yang masih perang sampai saat ini. Itu lho konflik Suriah. Di pihak lain, perang tidak dianggap sebagai kejahatan. Di pihak yang lain pula, perang adalah perbuatan yang sangat kejam. Selama ini, aku menganggap bahwa perang adalah perkara yang tidak baik. Tidak menghargai sebuah nyawa. Makanya kalo bisa ya jangan perang. Tapi kok kemudian ada keterangan lain yang mengatakan bahwa perang bukanlah suatu tindak kejahatan. Tradisi yang aneh jika hanya dilihat dari sisi kemasuk-akalan manusia.

Sesampai di rumah Pak Radhar, putrinya menghambur ke tubuh Pak Radhar. Anak wadon yang lengket dengan bapaknya. Keluarga Pak Radhar berkumpul di ruang tengah. Aku ditunjuki Fifa tempat tidur Pak Radhar yang hanya kayu jati di ruang tengah. Masih terngiang bagaimana Pak Radhar memberitahu kita biar kita tidak dikendalikan oleh keinginan-keinginan sementara.

Setelah berbincang-bincang, aku meminta foto dengan Pak Radhar. Buku Suluh Kebahagiaan yang ditulis oleh teman-teman MJS kuhadiahkan pada beliau. Sekalian meminta beliau berfoto dengan memegang buku tersebut, buat iklan MJS. Wkwkwk. Kemudian, foto itu kukirimkan ke Mas Uud lewat WA.

Kami melanjutkan perjalanan malam itu menuju rumah Pak Anam di Pamulang, bakar-bakaran. Membakar 3 Idiotnya kelas A angkatan 2016.
Bersambung……

Asrama Mahasiswa, Matraman Dalam II, Jakarta Pusat
20 Januari 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s