Ngambek Nulis

 

Beberapa hari sengaja tidak menulis. Berharap mendapatkan ketenangan. Awalnya karena ada sedikit insiden. Sebenarnya bukan perkara besar sih, hanya saja, aku harus menata pikiranku yang memang agak labil-labil gitu deh. Usia hampir seperempat abad, tapi pikiran dan tingkah lakunya masih seperti anak kecil.

Kukira, blog adalah media yang memiliki kesunyian. Maksudku, aku menulis ya tinggal menulis. Pembacanya tidak sebanyak di media sosial lain seperti facebook misalnya. Sebelumnya, aku memang rutin menulis di buku tulis dari semester tiga. Hampir setiap hari kayaknya. Kalau tidak menulis, pikiranku tidak plong dan tidak tenang. Yah, menulis hanyalah perjalananku dalam mendewasakan diri saja. Ciee. Aslinya pengen ngedumel, ngeluh dan ngamuk-ngamuk pada orang lain. Hanya saja aku harus mengalihkannya ke dalam bentuk tulisan. Biar apa say? Aku bisa mengendalikan diriku sendiri.

Di dalam buku tulis itu, apapun kuceritakan. Keluarga, teman, desa, pekerjaan, Diniyah, Salbang, OBJ, Koppontren, wong lanang, dosen-dosen, orang-orang berilmu, kampus, guru-guru, harapan, dan segala urusan lainnya. Lengkap dah. Sudah seperti ensiklopedi hidupku saja. Kebiasaan menulis apa yang kulakukan, apa yang kurasakan, apa yang kualami dalam seharian itu, membuatku terus-terusan menulis dalam bingkai cerita harian, diary. Ketika Mts, aku sudah suka lagu Dear Diary yang dinyanyikan Pingkan Mambo. Kata lagu itu, “dear Diary, kuingin cerita kepadamu, tentangnya, yang dulu singgah di hatiku.”

Menulis untuk di blog pun aku masih kebawa-bawa background cerita harian yang tanpa tedeng aling-aling. Misalkan menulis cerita tentang seseorang, perasaanku terhadap seseorang tersebut akan sangat mewarnai tulisanku. Entah itu rasa kagum, salut, bangga, cinta, dan semacamnya. Tulisan seperti itu akan terbaca sangat personal. Sampai aku mengambil detail-detail peristiwa karena hatiku cenderung pada peristiwa tersebut. Aku tidak bermaksud bagaimana-bagaimana. Hanya saja, aku tidak bisa menulis secara objektif. Aku selalu mengaitkan diriku pada objek.

Mungkin subjektifitas itulah yang membuat salah satu tokoh dalam tulisanku meminta supaya aku menghapus tulisanku tentang beliau. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku juga tidak memikirkan akibat panjang dari tulisan yang kubuat. Kukira, aku hanya perlu menulis dan menulis karena menulis adalah salah satu perjalanan hidupku.

Kata temenku, aku harus mempertimbangkan perasaan orang yang kutulis ketika ia membaca tulisanku. Jika menulis seseorang tanpa diedit terlebih dahulu, bisa terjadi kesalahpahaman-kesalahpahaman. Aku sudah mengedit yaa, cuman tidak menyortir mana yang patut diceritakan dan mana yang harus disimpan sendiri. Hanya mengedit secara kebahasaan dan logika. Tidak sampai berpikr panjang.

Kalau bisa, semua yang terjadi dalam hidupku akan kusimpan sendiri. Tapi aku belum mampu menanggung seluruhnya. Aku butuh semacam teman dialog atau teman curhat. Biasanya aku meminta pertimbangan pada keluarga atau teman. Kalau tidak, aku menulis. Dengan menulis, aku juga berdialog untuk mencari titik-titik terang dari semesta yang teramat gelap.

Blog yang kukira tempat sunyi seperti buku-buku diaryku, ternyata tidak pada kenyataannya. Sekali-dua kali ada orang yang mampir dan membaca apa yang kita tulis. Semenjak ngeblog, aku malah sudah lupa bagaimana cara menulis curhatan di buku tulis. Bukuku tidak habis-habis. Kalau rutin menulis, tiga bulanan sudah ganti buku. Ini sudah satu tahun. Kalau di pondok kan tidak diperbolehkan membuka laptop di pondok. Makanya nulis di buku. Wkwk. Lha sekarang sudah bebas mau menulis kapan dan dimana. Tidak ada penghalang kecuali diriku sendiri yang malas-malasan.

Udah ah curhatnya. Tidak menulis tidak membuatku tenang atau apa. Aku tidak tambah bahagia gitu kok. So?? Menulis saja. Kalau ada masalah, tidak lantas mundur dong. Hadapi dan tetap jalani. Kritik dan semacamnya, terima dengan lapang. Harus berlatih, pasti akan terbiasa.

Jakarta Pusat, 19 Februari 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s