Blog Ini, Blog Kita

Sesudahnya..harus usah-usah yo dik? *Lho malah niru bahasamu. Jadi begini, sejak kapan sampean mulai berprofesi sebagai peramal? saya sich gak punya teman yang ngasih lele kecil ke pacarnya. Apalagi ngasih cermin. Kalau punya, bukan ngasih lele, tapi paus. hihi Kita baiknya membayangkan blog ini sebagai jarum dan semangat menulis adalah benangnya. Jarum dan benang akan…

Petani Desaku

Dingin, dinginnya malam ini Tak ada yang dapat menghibur hatiku walau burung-burung bernyanyi merdu (Lagunya Iyet Bustami) Di musim kemarau atau panas, kami orang desa tak pernah kepanasan. Panas sih panas, cuman masih enak dirasakan. Beda dengan panasnya Jakarta. Ketika datang ke sini bersama Debe, kesanku pada kota ini adalah kota yang berlangit suram. Tak…

Mendarat di Rumah

Saat mau pulang, aku merasa deg-degan sendiri mengingat statusku sebagai perantau Jakarta. Apakah aku nanti bisa menyatu dengan realitas atau justru mengurung diri dan membangun tembok yang memisahkanku dengan sekitar. Setibaku di rumah, Mamak memperlihatkan wajah merengutnya gara-gara aku nggak segera mengangkat telepon Bapak. Kebiasaanku nggak mengaktifkan nada dering. Bikin orang lain susah menghubungi. Di…