Seharian Ini

Jam setengah enam aku bertolak menuju stasiun Pasar Senen, menemui Eka yang mau balik ke Jogja. Aku menitipkan kartu Koppontren Dek Nopi yang ikut terbawa di dompetku. Hahaha. Aku menaiki angkot 01A, eh ketemu ibu-ibu yang jualan masker, sarung tangan, dan kaus kaki yang biasa mangkal di depan kampus. Beliau habis kulakan di Kota. Kami sama-sama turun di perempatan Fly Over Matraman, lalu berjalan bareng. Di jalan, ketemu temen-temen asrama yang akan manggung di Balairung, acaranya JATMAN. Beberapa kali aku diminta menjadi personil padus tapi aku selalu menolak. Aku nggak pede tampil di depan publik, apalagi nyanyi segala. Dijamin gemeter duluan sebelum tampil. Mending aku jadi tukang poto atau yang cuci-cuci gitu. Hahaha

Tiba di asrama, aku makan, duduk-duduk, memperhatikan Mbak Alfi yang masak ikan asin sama tauge, daaan makan lagi. Setelah mengantongi tenaga yang cukup buat bertenaga (???), aku bersih-bersih asrama. Mbak Alfi banyak membantuku. Menyapu, mengepel, membuang sampah, merapikan dapur, mencuci tempat sampah, nguras bak mandi, nyikat lantai kamar mandi. Habis itu langsung kliyer-kliyer ngantuk. Selesai bebersih jam dua belas. Sudah laper lagi. Wakaka

Hanya dengan bersih-bersih, pikiranku menjadi fresh kembali setelah kemarin sempat ngeblank tanpa kutahu apa penyebabnya. Aku nggak bisa menulis, membaca, dan beraktivitas lain. Padahal aku nggak begitu ngantuk. Perutku juga stabil. Akhirnya hanya bengong. Sewaktu di Darut Ta’lim, aku juga sering mengalami hal demikian. Rasa-rasanya, kepalaku panas tanpa sebab yang pasti. Nggak bisa dibuat ngapa-ngapain. Tidur pun kurang nyenyak. Pol-polan ya buka-buka buku berisi lirik lagunya al-Muqtashidah. Nyanyi, ngerentes, sembari pingin mewek nggak jelas.

Sungguh, saat-saat seperti ini tidak mengenakkan sekali. Beberapa perkara yang harus dikerjakan, menumpuk begitu saja. Mungkin kita harus melakukan sesuatu yang berbeda dari rutinitas kita. Istilahnya, kurang piknik. Setidak-tidaknya, kita keluar dari kegiatan harian yang monoton dan itu-itu saja. Kita butuh suasana baru. Nah, bersih-bersih adalah suasana baru karena aku tidak mesti melakukannya tiap hari. Kebetulan aku piket hari Ahad. Sekalian deh. Apalagi membersihkan area yang ada tanahnya, rasanya seneng banget. Seperti sepetak tanah deket dapur dan halaman asrama. Di sini, jarang ketemu tanah sih. Hahaha. Sekalinya ketemu, berlagak kayak orang kota.

Oh iya, kegiatan bersih-bersih semakin yahutt kalau sayup-sayup terdengar alunan lagu dangdut lawas. Aku betah banget dah. Sudah menjadi orang yang paling bahagia sedunia. Tadi aku memutar lagunya Rhoma, Elvi, dan Dian Picesa. Apalagi kalau nyuci bajunya di malam hari, syahdu bangett.

Kebiasaan mencuci baju sambil dangdutan sudah kurutinkan sejak di Jogja. Sekitar jam 10-11 an adalah waktu yang pas. Ketika salah satu radio menayangkan lagu-lagu dangdut. Saat itu, aku masih memakai hape Nokia jadul yang hanya menyediakan radio dan game ular sebagai hiburan. Aku memasang hetset pada lubang hape dan mencantolkan bagian telinganya di kawat yang menggantung di atap tempat cucian. Seakan aku adalah teknisi radio yang pandai memasang antena dan lihai mengundang sinyal sehingga dapat saluran yang bening. Atau, kabel hetset kutaruh di besi tangga. Kalau di depan poskestren, aku menyampirkan hetsetnya di besi penyangga jendela biar tetap terbuka. Bahasaku kok nggak enak banget sih. Wkwkwk

Bersih-bersih kayak gitu menjadi salah satu alternatif kegiatan yang menyenangkan ketika hari libur. Piknik yang sangat murah-meriah. Tapi kalau sudah bersih-bersih saban hari, kusarankan supaya nggak mengikuti apa yang kutulis di depan. Dijamin bakalan tambah mumet.

 

Asrama Mahasiswa, Matraman Dalam II, Jakarta Pusat

19 Maret 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s