Turats Fikih Nusantara

Berikut merupakan karya-karya ulama Nusantara di bidang fikih dari masa ke masa. Materi ini disampaikan oleh Pak Ahmad Ginanjar Sya’ban. Dosen yang bersemangat dan selalu kepo terhadap banyak hal. Maksudnya, selalu terdepan jika menyangkut suatu ilmu.

  1. Karya fikih pertama yang ditulis oleh ulama Nusantara adalah As-Sirath al-Mustaqim, oleh Nuruddin al-Raniri, abad 17. Kitab tersebut masih sangat sederhana, menjelaskan masalah-masalah ibadah, keseharian.
  2. Karya di atas disempurnakan oleh Abdurrauf Singkel dalam karyanya yang berjudul Mir’at al-Thullab, abad 17.
  3. Disempurnakan oleh Syaikh Arsyad al-Banjari dalam Sabil al-Muhtadin, abad 18.
  4. Disempurnakan oleh Syaikh Dawud al-fattani dengan karyanya, Tuhfah al-Raghibin (?), masih abad 18.

Empat karya tersebut ditulis dalam bahasa Melayu-Jawi, aksara Jawi (Arab-pegon).      

  1. Baing Yusuf, gurunya Syaikh Nawawi al-Bantani
  2. Syaikh Nawawi al-bantani melalui karyanya, Nihayah al-Zain, abad 19. Syaikh Nawawi merupakan ulama Nusantara yang mulai menulis karya-karyanya dalam bahasa Arab. Berbeda dengan ulama-ulama sebelumnya.
  3. Shaleh bin Umar as-Samarani atau yang dikenal dengan Kiai Shaleh Darat, Majmu’ah as-Syari’ah al-Kafiyah. Ditulis dalam bahasa lokal. Abad 19.
  4. Sayid Utsman, ? (Coba cari karyanya!), abad 20.
  5. Syaikh Mahfudz at-Tarmasi dengan Hasyiyah at-Tarmasi. Hasyiyah at-Tarmasi merupakan puncak karya fikih madzhab Syafi’i di dunia Islam. Tidak hanya di Nusantara.

 

Karya di atas bisa dianalisis dan dibaca, apa yang sebenarnya terjadi dari fenomena-fenomena tersebut. Misalkan kecenderungan pemakaian bahasa dalam kitab-kitab tersebut.  Pergeseran dari satu bahasa ke bahasa yang lain, dari Melayu-Jawi ke Arab, ada apa? Dari bahasa Arab ke bahasa lokal, apa penyebabnya?

Kemudian, kita bisa mencontoh model seperti di atas dalam melacak kitab tasawuf, tauhid, akhlak, tafsir, hadits, sastra, dan lain-lain. Masing-masing memiliki polanya. Kalau ada yang mau melacak, bagus banget tuh.

Selama mengikuti kelasnya Pak Ginanjar, rasanya ingin menangis. Betapa beliau adalah orang yang berilmu lagi berakhlak. Kok beliau bisa mengetahui banyak hal. Sikapnya juga sangat mengagumkan. Apalagi, beliau adalah dosen muda.

Pak Ginanjar bercerita mengenai ke perpustakaan Masjidil Haram, Alexandria, Istambul, dan Madinah untuk mencari kitab-kitab ulama Jawi. Setiap beliau menemukan tulisan “al-Jawi” di belakang nama-nama penulis buku, beliau langsung melakukan sujud syukur. Beliau menyandarkan diri…

Teriring cerita Kiai Ahmad Sahal Mahfudz yang berkorespondensi dengan Syaikh Yasin Padang. Syaikh Yasin melihat anak muda yang tidak belajar di Arab, namun memiliki penguasaan bahasa Arab dan Ushul Fikih yang matang. Mungkin Mbah Sahal berusia antara 19-21 tahun. Kemudian, putra Syaikh Yasin menghadiahkan manuskrip Syaikh Yasin kepada Kiai Sahal. Dua putra Saikh Yasin tidak ada yang menuruni keilmuan beliau. Satu menjadi kontraktor, satunya lagi menjadi pilot.

Pak Ginanjar menyimpan 12 surat Syaikh Mahfudz kepada saudara-saudaranya di Jawa. Di bawah surat, Syaikh Mahfudz meminta dikirim makanan khas Indonesia. Diantaranya kemiri, kerupuk, ikan asin, soun, dan lain-lain. Sisi lain dari kemanusia-biasaannya Syaikh Mahfudz. Kitab-kitab Syaikh Mahfudz yang tujuh jilid dijadikan koleksi perpustakaan di Makkah. Kitab tersebut berjajar rapi di antara kitab-kitab lain. Tidak terbayang juga, orang-orang Islam di Rusia yang bermadzhab Syafi’i menjadikan kitab Hasyiyah at-Tarmasi sebagai rujukan. Justru orang-orang Nusantara yang tidak begitu mengenal.  Di pesantren pun, tidak banyak dipelajari.

Kita seolah tercerabut dari leluhur kita. Hiks. Kenapa aku menjadi sangat lebai dan menye-menye? Padahal ini urusan… ahsudahlaah

 

Asrama Mahasiswa, Matraman Dalam II, Jakarta Pusat

18 Maret 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s