Sang Anak (Tagore)

Baru saja menyelesaikan buku yang berisi dialog pertunjukan panggung yang ditulis Rabindranath Tagore. Judulnya Sang anak. Dikisahkan ada sebuah keluarga besar. Di dalamnya terbagi pada keluarga-keluarga kecil. Satish, nama sang anak. Memiliki ayah yang mendidiknya secara keras dan tradisional.

Ayah Satish tidak mengizinkan Satish memakai baju-baju ala orang Inggris. Karena bagaimana pun, itu adalah harga diri. Hanya saja, cara-cara yang ditempuh ayah Satish tidak selalu diterima istri dan anggota keluarga yang lain. Keterlaluan. Terlalu berlebihan.

Satish memiliki paman dan bibi yang selalu menyelamatkannya dari cengkeraman sang ayah. Paman dan bibi Satish lebih permisif dan menuruti kemauan Satish. Sampai akhirnya, Satish dijadikan anak angkat oleh pamannya. Ayah Satish tidak sanggup lagi jika ia tidak bisa mendidik Satish dengan cara-cara yang diketahuinya. Sedangkan jika ada orang lain yang menginginkan mendidik Satish dengan cara lain, mendingan ayah Satish melepaskan Satish.

Ayahnya berargumen bahwa Satish berada di antara dua perahu. Dengan begitu, karakter Satish tidak terbentuk dengan baik. Satish dididik dengan pembatasan dan kebebasan. Ayahnya yang selalu mencegah dan paman yang selalu mempersilakan.

Dengan perlakuan keluarga pamannya yang cenderung memanjakan Satish, Satish tumbuh menjadi lelaki yang tidak terbiasa bekerja. Segala kebutuhannya telah terpenuhi. Satish merasa malu jika menjadi pekerja kasar. Sedangkan untuk menjadi pegawai di suatu lembaga, juga tidak memungkinkan karena Satish tidak lulus ujian.

Lambat laun, bibi Satish merasa kesal terhadap sikap Satish yang tidak tahu malu dan tidak tahu berterimakasih. Bibi Satish selalu mengungkit-ungkit harta yang telah diberikannya kepada Satish. Salah satu hal yang membuat Satish tidak betah di rumah bibinya. Satish berpindah dan mulai bekerja untuk membalas budi bibi dan pamannya.

Lag-lagi, Satish terjerat kasus pencurian. Satish mengembalikan uang pamannya dari hasil curian. beberapa polisi merangsek dan menggeledah rumh Satish. Ketahuan lah Satish bahwa selama ini ia tidak bekerja, melainkan mencuri. Merasa tidak tahan menanggung beban hidup, Satish ingin mengakhiri hidupnya dengan menembakkan peluru di keningnya.

Dialog-dialog dalam buku tersebut sangat kuat. Tercontoh di bagian akhir cerita.

Sasyadhar : Satish, kau juga berhutang kepadaku. Kini, bayarlah.

Satish : Dengan apa? Apa yang dapat kuberikan pada Paman? Apa yang Paman inginkan?

Sasyaddhar : Berikan pistol itu padaku. (Cerintanya, Satish kan mau bunuh diri pakai pistol-ed.)

Satish : Ambillah. Aku akan masuk penjara. Itu satu-satunya cara untuk membayar hutang dosaku.

Sasyadhar : Hutang dosa tidak bisa dibayar dengan hukuman. Satish, tetapi dengan perbuatan. Engkau tahu, kalau kupohonkan, majikanmu tidak akan memasukkan kau ke dalam penjara. Mulai hari ini, hiduplah, berusahalah untuk jadi orang.

Satish : Paman, Paman tidak tahu bagaimana sulitnya bagiku kini untuk hidup. Harapanku terakhir untuk berbahagia sudah kulemparkan pada saat aku tahu aku akan mati. Untuk apa aku harus hidup kini?

Sasyadhar: Tapi kau harus hidup untuk membayar hutang. Kau tak boleh lari dan menipu aku.

Satish : Kalau itu yang Paman inginkan, baiklah.

Sasyadhar : Ada permintaan lain: Maafkan ibumu dan bibimu dengan seluruh hatimu.

Satish : Kalau Paman dapat memaafkan aku, maka tidak ada seorang manusia pun di dunia ini yang tidak bisa kumaafkan.

(Ia menyembah di kaki pamannya)

Ibu, berkati aku, supaya aku kuat menghadapi segala-galanya. Ibu telah menerima aku dengan segala keburukan dan kebaikanku. Aku ingin menerima dunia ini dengan cara yang sama.

Bidhu : Nak, apa lagi yang bisa kukatakan? Sebagai seorang ibu, yang dapat kulakukan hanya mencintai kau. Semoga Tuhan akan melindungi kau. Biarlah aku menemui adikku dan memohonkan maaf bagimu.

(Bidhu pergi)

Asrama Mahasiswa, Matraman Dalam II, Jakarta Pusat

27 Maret 2017 (9:54)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s