Mas Abah meminta kami untuk menulis sesuai dengan momen. Misalkan Hari Kartini atau Hari Buku Internasional. Meski tidak dekat-dekat amat dengan buku, aku mencoba mencari bahan yang bisa dituliskan. Mencari data dan sumber yang pas untuk Hari Buku. Akhirnya aku mewawancarai pendiri komunitas kampus yang konsen pada literasi. Sebelum melancarkan beberapa pertanyaan, aku mengkontaknya terlebih…

Sepintas Lalu Tentang BBW (Big Bad Wolf)

Aku tiba di ICE BSD jam empat sore. Gedung ICE besar banget, kalau belum terbiasa dengan gedung-gedung menjulang tinggi, akan bingung berada di tempat semacam itu. Setibanya di sana, aku mencari-cari pintu masuk ke tempat pameran. Aku mengamati gerak dan langkah para pengunjung. Setelah memperoleh gambaran, aku mengikuti langkah mereka. Namun aku mending shalat Ashar…

Melelahkan sekali mencari alamat ICE BSD. Aku berangkat ke pameran buku terbesar di Indonesia dari rumah Teh Udzoh. Aku kondangan dulu lah yau. Aku sampai di stasiun Tangerang pukul sebelas. Kemudian memesan gojek dengan pembayarang Go-Pay 15.000. Kalau pake tunai mencapai 22.000. Kereta lebih murah dibanding ojek. Aku hanya diam sepanjang perjalanan kecuali sepatah dua…

Mengkondisikan Buku

Di Jakarta Pusat, keberadaan Perpusnas sangat membantu orang-orang sepertiku. Kampus kami belum memiliki perpustakaan yang cukup representatif. Perpus di dekat TIM, aku belum pernah masuk ke dalam. Hanya mengintip dari jendela. Kurang kerjaan banget kan? Ngintip-ngintip begitu. Sebenarnya banyak tempat nongkrong yang memiliki perpustakaan. Atau perpustakaan yang disetting sebagai tempat nongkrong. Di awal-awal keberadaanku di…

Beletat-beletot

Di kelas Historiografi Islam Nusantara, aku mempresentasikan hasil pembacaanku mengenai buku Cina Musim di Indonesia. Setelah presentasi beruntun tiga mata kuliah, aku mencoba untuk menguraikan apa yang menjadi kekuranganku. Dalam hal ini, kebelum-biasaanku dalam menyampaikan ide dan gagasan. Belum bisa mengimprovisasi sebuah informasi yang kutahu. Aku hanya menyampaikan secara deskriptif singkat. Tidak bisa menjabarkan secara…

Kondisi Tubuh

Kebetulan kok presentasi berturut-turut. Empat makalah dalam dua hari. Aku bosan, apalagi teman-teman yang melihatku berbusa-busa. Pasti sungguh bosan. Dasar tidak memiliki kedisiplinan dalam mengatur waktu. Mengerjakan tugas dengan sistem kejar tayang. Kayak nggarap sinetron yang harus ditayangkan esok harinya. hahaha. Sistem kebut semalam. Mendingan kalau masih sistem kebut seminggu. Entahlah. Aku lebih demen nulis…

Hanya Macet

Kemarin sore aku datang ke PBNU lagi. Pulang setelah Maghrib. Kalau ingin merasakan kemacetan Jakarta, cobalah keluar rumah pada sore hari sampai jam sembilanan malam. Di waktu-waktu itulah, pas sekali untuk sekedar menyaksikan dan mengumpat kemacetan. Psikis kita yang semula baik-baik saja, bisa berubah total. Ngambek, kesel, marah, jengkel, uringan-uringan jadi satu. Hanya orang terpilih…

Kepentingan dan Uang

Beberapa waktu yang lalu, aku mengikuti istighatsah di salah satu tempat. Mendapatkan uang transport beserta makan. Uang transport dan makan tidak diberikan secara langsung di tempat. Seperti dengan adanya penerima tamu yang duduk di depan dan menyuguhkan snack dan amplop. Bukan demikian yang terjadi. Berbeda dengan di Jogja, kalau ada acara dan mendapatkan fasilitas, akan…

  Kemarin nelpon Bapak dua kali. Pagi dan sore. Pagi harinya, Bapak masih panen di sawah. Aku diminta menghubungi beliau ketika sudah di rumah saja. Sore harinya, aku kembali menghubungi Bapak. Ternyata beliau masih di tegal (tanah yang ditanami pepohonan rindang-bukan palawija atau umbi-umbian). Bapak masih mencari rumput untuk kambing-kambing yang digembalanya. Padahal sudah pukul…

Reza dan Kirana

Mereka berdua adalah putra-putri Bu Dina Y. Sulaeman. Bu Dina sering menuliskan kisah dua bocah itu untuk pembelajaran para orang tua. Istilahnya, parenting. Reza dan Kirana tidak sekolah. Kerjaannya membaca buku, les, menulis, dan berkegiatan yang lainnya. Mereka belajar dengan sistem belajar di rumah alias Home Schooling. Kurasa, Bu Dina adalah ibu yang mendedikasikan hari-harinya…

Perempuan Minoritas

Entah hari apa, aku sudah berada di grup WA kontributor NU Online. Rasanya terharu banget, mengingat posisiku hanyalah murid di Kelas Menulis NUO. Mas Abah memasukkanku, Wiwi, Ilham, dan Syakir. Di dalam grup tersebut, aku melihat foto Mas Savic Ali, Pak Ova Musthofa, dan bapak-bapak yang lain. Mereka sudah senior. Dan aku? Masihlah terlalu muda…

Sudut-sudut Jakarta

Jika ada yang mengatakan setiap sudut Yogyakarta romantis, aku ingin mengatakan bahwa setiap sudut Jakarta semrawut. Bagiku, tidak ada beda antara keromantisan dan kesemrawutan. Sama-sama kesan yang dibangun oleh orang-orang yang pernah tinggal di dalamnya. Tak pernah kusangka sebelumnya, kalau aku bisa memiliki rasa kangen terhadap Jakarta. Padahal, awalnya aku sering mengutuki kota ini. Kota…