Pak Mahrus: Menulislah!

Semester ini kami mengambil mata kuliah Studi Literatur Islam Nusantara. Pak Mahrus yang menahkodai matkul ini. Beliau adalah alumni UIN Sunan Kalijaga, kampus tercinta. Khas banget apa yang disampaikan Pak Mahrus. Tidak jauh-jauh dari wacana dan keilmuan yang berkembang di UIN.

Kami ditugasi membuat paper 1000 kata. Dengan space segitu, apakah kita bisa mengemas tugas kita dalam sebuah tulisan yang berbobot. Pak Mahrus banyak menginspirasi. Terutama dalam masalah menulis.

Beliau bercerita pernah mendampingi salah satu mahasiswa yang semula tidak begitu bisa menulis. Pak Mahrus memintanya untuk memparafrasekan apa yang Pak Mahrus sampaikan di kelas. Tidak hanya mata kuliah Pak Mahrus, mata kuliah-mata kuliah yang lain pun dinarasikan. Sampai kemudian, sang mahasiswa menjadi pimred majalah kampus. Proses tersebut berlangsung selama satu semester penuh.

Dengan hal-hal kecil seperti itu, kita bisa berlatih menulis. Tersering aku merasa putus asa mendapati tulisanku yang begini-begini saja. Perkembangannya sangat lambat. Kalau berada pada kondisi seperti ini, aku merasa frustasi sendiri. Serasa menjadi orang yang paling nestapa sedunia. Lalu, apa yang terjadi setelah itu? Aku ngambek, nggak mau menulis untuk sekian waktu. Setelah emosiku kembali normal, aku baru menulis lagi. Memang ya, semangat menulis itu sifatnya fluktuatif. Naik-turun. Kaya iman saja. Tinggal bagaimana kita menyikapi dua keadaan itu. Harus siap berada di posisi apapun karena roda masih terus berputar.

Aku ingin memastikan pada diriku sendiri yang katanya ingin mentranskrip dan menyalin bahasa lisan para dosen ke dalam bahasa tulisan. Aku bener-bener nggak mengurusi hal ini? Sudah sampai mana progresnya? Baru mengulas beberapa tulisan saja. Padahal kita sudah empat kali masuk untuk enam matkul. Artinya, harus ada 24 tulisan untuk mata kuliah Islam Nusantara. Nyatanya, baru ada sekitar dua atau tiga tulisan. Jaraknya jauh dari cita-cita.

Kami diminta Pak Mahrus untuk memilih karya-karya yang akan dikaji. Sama persis di mata kuliah Studi Kitab Tafsir di IAT UIN SUKA, baik satu atau dua. Jadi teringat Pak Mansur. Studi Kitab Tafsir klasik dan kontemporer. Tapi di mata kuliah ini, literaturnya beragam. Tasawuf, primbon, sya’ir, fikih, tafsir, akhlak, dan lain-lain.

Asrama Mahasiswa, Matraman Dalam II, Jakarta Pusat

2 April 2017 (6:36)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s