Kitab Kopi dan Rokok Karya Syaikh Ihsan Jampes

Awalnya aku mengajukan diri membahas kitab Raudhatul Irfan tafsirnya KH Ahmad Sanusi Sukabumi. Setelah mencari-cari, kitabnya ternyata belum diterbitkan. Masih di tangan keluarga. Sedang dalam proses penerbitan. Mau tidak mau, aku harus mengubah literatur yang dikaji. Aku matur pada Pak Mahrus mengenai kebelumtersedianya kitab Raudhatul Irfan.

Aku menyodorkan kitab Irsyadul Ikhwan fi Syurb al-Qahwah wa ad-Dukhan karya Syaikh Ihsan Jampes Kediri. Pak Mahrus memperbolehkan. Yeaayy. Pak Mahrus memberikan informasi bahwa kitab tersebut sudah diterjemahkan. Aku menjawab, “Nggih Pak, nanti saya cari”. Setelah itu aku langsung googling kitab terjemahannya. Wkwkwk. Sebentar kemudian, Pak Mahrus menjawab wa ku, “Nggak usah dicari yang itu.” “Hehe, sudah terlanjur Pak.” Jawabku tak mau mengalah.

Aku sampai di Perpusnas jam setengah sembilan. Masih pagi untuk ukuran Jakarta. Biasa, aku mengaktifkan wifi hape dan laptop. Kemudian menyalin beberapa tulisan ke blog. Membuka email dan facebook. Setelah itu membuka wa yang gerudukan masuk gara-gara kuotaku habis. Kesempatan berada di tempat-tempat yang menyediakan wifi gratis. Googling pdf jurnal dan hasil penelitian yang berkaitan dengan kitab Rokok.

Setelah Dzuhur aku baru naik ke lantai dua dan mengetikkan kata Syaikh Ihsan Jampes di mesin pencari. Ya Allah, betapa beruntungnya aku yang menemukan terjemah kitab tersebut. Aduh, tahu sendiri kan kemampuan bahasa Arabku seberapa. Seperempat saja nggak nyampai. Aku datang ke petugas untuk mencari lokasi buku tersebut. Eh, petugas itu tidak membantu apapun. Malah ngomel tanpa memberikan penjelasan sedikit pun. Aku jadi bingung dan naik saja ke lantai tiga.

Untung ibu-ibu di lantai tiga berbaik hati. Tadaaa, ibu petugas membawakan buku tersebut. Cukup tipis, sekitar 110 halaman. Teks aslinya 50 halaman. Aku menamatkannya sampai jam empat sore. Kitab tersebut menjelaskan hukum yang terkandung ketika mengkonsumsi kopi dan rokok. Ada yang mengharamkannya, menghalalkannya, memakruhkannya, memperbolehkannya, dan lain-lain. Hukum tersebut mengikuti kondisi yang dialami konsumennya.

Udah, gitu saja. Penjelasannya gimana dong? Harus tanggung jawab atas apa yang telah dibaca. Masak dari tadi Cuma bercerita teknis dan urusan pernak-pernik tanpa ada esensi dan substansi yang bisa dijelaskan. Itulah yaa, aku harus memulai dari mana? Aku masih sulit mereview sebuah buku. Habis membaca, tidak betul-betul paham isinya. Sayang sekali ya, semoga setelah ini bisa menguraikan isi pikiran penulis sebuah buku dengan bahasaku sendiri. Aku kan syediih.

Apa yang mestinya kuidentifikasi terlebih dahulu? Identitas buku, alasan penulis menulis sebuah buku, bagaimana dialektika yang terjadi di dalam buku tersebut. Aku ingin menelusuri seperangkat perasaan dan pikiran penulis saat menuliskan bukunya.

Asrama Mahasiswa, Matraman Dalam II, Jakarta Pusat

11 April 2017 (21:58)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s