Daun Jeruk

Wong-wong wes do mek i godong jeruk e Mbak Kor, (Orang-orang sudah pada memetik daun jeruknya Mbak Kor)” lapor Mak e sepulang ngaji berjanjenan.

Mbak Kor adalah tetangga depan rumahku. Sore hari saat memasak makanan berbuka, Mak e sering memintaku untuk  mengambil daun jeruknya mbk Kor. Banyak tetangga lain yang juga sepertiku. Meminta daun jeruknya Mbak Kor. Daun jeruk menjadi penyedap makanan seperti ikan dkk. Waktu itu, lebaran kurang beberapa hari saja. Para emak sudah ribut tak karuan mempersiapkan aneka jajanan lebaran. Jajanan yang dibuat adalah keripik singkong, keripik pisang, rempeyek, sale, dan keripik talas. Hampir  di setiap rumah tersedia makanan-makanan tersebut. Bahan dasarnya adalah hasil bumi yang dimiliki hampir setiap orang.

Teman-teman sepengajian Mak e mampir ke rumah Mbk Kor, mengambil daun jeruk langsung dari pohonnya. Sepulang mengaji, para emak itu berbondong-bondong ke rumah Mbak Kor. Daun jeruk tersebut akan digunakan sebagai campuran dan penyedap rempeyek. Daun jeruk dipotong kecil-kecil dan dicampurkan ke adonan rempeyek. Adonan rempeyek terdiri dari tepung, telur, garam, micin, bawang putih, merica, dan air. Sebagai hiasannya adalah kacang tanah yang telah dibelah menjadi tiga. Kecil sekali.

Karena orang-orang memetiki daun jeruknya Mbak Kor, aku memiliki pemikiran aneh bagaimana jadinya pohon jeruk Mbak Kor nantinya. Setelah daun-daun itu tercerabut dari batang pohon. Dipaksa dan diambil alih oleh orang-orang. Saking banyaknya orang yang mengambil daun jeruk Mbk Kor, bisa jadi pohon jeruk Mbak Kor akan trundul alias tak berdaun. Kalau diibaratkan dengan rambut di kepala, pohon jeruk Mbak Kor akan botak dan plontosan. Kasihan sekali. Lalu aku membayangkan pohon jeruk Mbak Kor benar-benar botak, tak menyisakan satu daun pun. Eh menyisakan satu daun nding. Kayak rambutnya Upin. Dasaarr.

Salah satu aspek keistimewaan menjelang hari raya Idul Fitri di desaku. Mak e juga tidak luput dari ritual membuat rempeyek. Di hari-hari sebelumnya, aku ditugasi Mak e untuk mengupas pisang yang akan dibuat keripik. Hal yang sangat sederhana dalam menyambut datangnya lebaran.

Sumanding, 26 Juni 2017

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s