Lebaran oh Lebaran

Ramadhan terakhir diiringi hujan setengah lebat. Hujan mulai turun pukul setengah dua. Pakdhe Edi sudah bersiap menuju kuburan simbah, ziarah. Mbak Eva dan Lisa juga sudah berganti baju, hendak ikut Pakdhe. Dua krucil yang tidak krucil lagi ini memang sarkub. Paling hobi kalau diajak ke kuburan. Niat dan tekad mereka sudah terhitung amal baik karena sampai petang pun mereka tidak jadi berangkat ke kuburan. Hujan belum reda juga.

Setelah melihat sidang isbat yang menentukan bahwa lebaran tahun ini jatuh pada hari Ahad, hujan belum mau reda juga. Mak e berulang gelisah dan mengasihani para pemuda lingkungan (RT) yang sudah berjibaku keras membuat segala rupa untuk menyambut hari raya. Perahu, rumah, bis, dan semacamnya sudah jadi. Tinggal diangkut dan dibawa keliling pada malam hari raya. Kalau hujan tidak berhenti juga, kerja keras mereka akan sia-sia. Pertanda kalau malam hari raya cukup dirayakan dari rumah masing-masing.

Aku yang memang orang sunyi dan sepi sejak dalam pikiran, tidak merisaukan hal ini. Hanya merasa kasihan juga kepada para pemuda dan panitia pembagi kupon. Hujan atau tidak hujan, aku tidak akan turun ke jalan dan berjalan ke masjid. Pusat acara desa berada di halaman masjid. Setiap lingkungan (RT) mengirimkan hasil karyanya yang akan dipajang dan dipertontonkan di halaman masjid. Setelah panitia mengumumkan beberapa peraturan dan teknisnya, per lingkungan berjalan mengitari desa. Bertakbir keliling.

Setelah mengelilingi desa, orang-orang akan berkumpul lagi di halaman masjid. Menunggu kupon siapa yang bakalan mendapat hadiah.

Ketika hujan masih berlangsung, aku berpikiran bagaimana jika hujan tidak akan berhenti sampai esok hari. Ingin menikmati hari raya dengan nuansa yang berbeda. Orang-orang  berpayung dan berteduh dari air hujan menuju kerabat dan tetangga mereka. Payung-payung diletakkan di depan rumah dan sang empunya masuk rumah kerabatnya. Betapa syahdunya.

Di jalan-jalan, orang-orang masih memegangi payung dan bersalaman dengan siapa pun yang dijumpainya. Semua orang tak luput memegangi pakaian mereka bagian bawah. Mengantisipasi supaya tidak terkena tanah yang telah tercampur air. Air mengembang di banyak tempat. Di lantai-lantai rumah, jalan beraspal, tanah kosong, pohon-pohon.

Selain itu, pada malam lebaran, sekali-sekali dirayakan dengan cara yang berbeda dengan perayaan-perayaan yang lalu. Jika sebelumnya orang bertakbir keliling dan melebur ke dalam keramaian, bagaimana jika tahun ini orang-orang menepikan dirinya dari keramaian. Orang-orang kembali kepada dirinya sendiri, berasyik-masyuk dengan kesunyian diri.

Perayaan yang gegap-gempita digambarkan sebagai perayaan yang meriah. Sudah semestinya demikian. Sebenarnya, apakah yang telah diperoleh dengan perkara yang mewah? Tentu aku sangat tahu kenapa aku menggugat hal ini. Dari sisiku sendiri, aku adalah orang yang miskin seremoni. Tidak begitu bisa menikmati keramaian. Juga tidak tahu dengan apa yang dimaui orang-orang dari sebuah perayaan.

Aku menganggap bahwa semuanya sama. Setiap waktu, setiap hari, setiap detiknya sama. Tidak ada yang berbeda. Di dalam setiap waktu toh kita masih harus shalat, makan, minum, nderes, belajar, bersih-bersih rumah, dan lain sebagainya. Kenapa ada suatu waktu yang harus diistimewakan. Kalau Ramadhan, Kita menjadi sangat saleh, kenapa di bulan-bulan berikutnya seolah kita lupa dengan Ramadhan dan kembali kepada kehidupan kita sebelumnya. Kehidupan yang tidak saleh.

Kita tidak sedang ingin menghilangkan segala tradisi. Hanya saja, jangan sampai melupakan makna yang tersembunyi di belakang setiap tradisi yang dirayakan. Kita sibuk memikirkan apa yang terjadi di dalam luar diri kita, sampai-sampai kita lupa terhadap apa yang terjadi di dalam diri kita. Kita menjadi asing dan tidak lagi mengenali kedirian kita. Ngomong apa to Ell?

 

Sumanding, 30 Juni 2017

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s