AriReda

Ari dan Reda adalah dua musisi keren yang kutahu ketika aku mencari-cari video pembacaan puisi di youtube. Aku berselancar ke Jokpin dan Sapardi Joko Damono. Puisi-puisi legendaris Sapardi dilagukan. Lirik lagu tersebut dibawakan oleh Ari dan Reda. Musisi yang belakangan kuketahui konsen pada musikalisasi puisi. Terutama puisi-puisinya Sapardi. Sekira tahun 1989, Reda diminta kakak tingkatnya…

Evolusi Alat Catat

Buku tulis adalah wadah dan tempat kumenuangkan segala isi pikiran dan perasaan. Aku sangat plong dan lega setelah menuliskan uneg-unegku. Kemana-mana, aku membawa buku tulis untuk berjaga-jaga barangkali aku ingin menulis dan tidak bisa menahannya. Proses menulisku dengan buku tulis menghabiskan waktu cukup lama. Lima tahun mungkin. Namun, ada waktu-waktu kosong dimana aku absen menulis….

Catatan PPWK 1

Pagi-pagi aku dihubungi kakak tingkat yang dulunya teman seangkatan di Jogja, mbak Risa. Ia mengabarkan bahwa ada kegiatan seminar selama lima hari dan menginap. Apakah aku bisa datang atau tidak. Saat itu, aku masih piket di Bintaro. Aku memintanya untuk mengirimkan poster kegiatannya. Di poster itu, ada foto KH. Ma’ruf Amin dan Prof. KH. Sa’id…

Catatan Perjalanan 10

Catatan perjalanan ini merekam perjalananku ke makam-makam walisongo. Seperti biasa, tulisan ini sangat remeh dan bernilai rendah. Bagaimana tidak rendah kalau yang kutulis hanya persoalan teknis yang bersifat luaran. Tidak menyentuh esensi dan substansi dari perjalanan yang kulalui. Memang hanya ini yang bisa kulakukan. Ojo nanges El… Catatan ini berseri dari catatan perjalanan satu sampai…

Catatan Perjalanan 9

Bapak dan Mamak sudah ribut duluan, memintaku untuk mengemas barang-barang yang akan kubawa ke Jakarta. Aku yang tentu sudah biasa sellow melakukan perjalanan, jadi ikut-ikutan gugup. Yah begitulah. Aku nurut saja. Bis melaju. Segera aku mencari tiket kereta dari Semarang ke Jakarta. Aku menemukan tiket 78rb via kereta Brantas. Cocok banget dengan harga dan jadwal…

Catatan Perjalanan 8 (Pakdhe Rip dan Ludruk)

Rombongan ziarah sampai di Lamongan. Sunan Drajat adalah wali pertama yang kami ziarahi. Dari salah satu kios, terdengar musik khas Nusantara yang membuat orang-orang tersenyum geli. Musik dengan lagu Jawa alus yang sulit dimengerti generasi millenial sepertiku. Para peziarah tersenyum dan saling pandang, seolah telah bersepakat untuk mensenyumi satu orang unik yang kupanggil Pakdhe Rip….

Catatan Perjalanan 7

Semakin kesini, Mamak semakin lucu dan gokil. Semakin hangat pula. Padahal Mamak tergolong orang yang tidak terlalu suka berbicara. Aku sebagai orang yang teramat dingin, merasa belum terbiasa dengan kehangatan seseorang. Begitu pula dengan kehangatan Mamak. Kami menghabiskan waktu bersama hanya dua hari. Aku ditempatkan di kursi bis yang berdampingan dengan Mamak, sedangkan Bapak duduk…

Catatan perjalanan 6

Satu hal yang kukejar saat ziarah walisongo adalah keberadaan toko buku dan toko kitab di wilayah komplek makam. Setiap turun dari bis, aku langsung melongokkan kepalaku. Mencari keberadaan toko kitab. Ekspektasiku, toko kitab adalah peninggalan sejarah intelektual di sekitar wali. Memang agak ngarang, tapi kan ya…. sekelas walisongo tentu dikelilingi dengan iklim keilmuan yang mapan….

Catatan Perjalanan 5

Kami sedesa pergi ziarah pada hari senin 25 september 2017. Jumlah peziarah berkisar di angka 100an. Mereka dimuat dalam dua bis. Bapak memintaku bersiap karena bis akan meluncur pada jam setengah enam. Aku mengiyakan saja meski aku sangat santai. Setelah beres, aku mengantarkan permainan puzzle ke rumah mbk Idha. Sebelumnya, mbk Idha memesan puzzle edukatif…

Perjumpaan

Aku tak berniat memberinya kabar bahwa aku sedang di kotanya. Alasannya simpel. Siapa dia bagiku dan siapa aku baginya. Takut kalau tidak direken barangkali. Mengingat hubungan kita yang super tidak jelas. Tidak mengikat dan tidak pula melepaskan. Lalu ini apa namanya? Hubungan di wilayah antara. Antara iya dan tidak. Selain itu, ia adalah orang yang…