Catatan Perjalanan 5

Kami sedesa pergi ziarah pada hari senin 25 september 2017. Jumlah peziarah berkisar di angka 100an. Mereka dimuat dalam dua bis. Bapak memintaku bersiap karena bis akan meluncur pada jam setengah enam. Aku mengiyakan saja meski aku sangat santai. Setelah beres, aku mengantarkan permainan puzzle ke rumah mbk Idha. Sebelumnya, mbk Idha memesan puzzle edukatif untuk anak-anaknya di TK RA Sumanding. Akhirnya aku menunggui mbk Idha sampe beres semua persiapannya. Dandan, makan, dan mengemasi barang. Mbk Idha adalah karibku jaman cilik. Ia tetap dan tak berubah. Selalu telat melakukan apapun. Berulang kali simbahnya mengingatkan, berulang kali pula ia meminta simbahnya untuk tidak memarahinya. Wkwkwk. Simbahnya sampai geregetan sendiri.

Desa seolah dikosongkan. Hanya beberapa keluarga saja yang tidak ikut serta. Orang-orang sepuh seperti simbah tetap menjaga desa, tinggal di rumah. Aku membayangkan, betapa desa akan menjadi sangat sunyi dengan kepergian orang-orang ke ziarah walisongo. Sekolah diliburkan selama tiga hari. Guru-gurunya berangkat ziarah. Desa yang memang sudah sunyi, menjadi semakin sunyi. Rasa-rasanya ingin mencoba untuk tinggal di desa yang telah dikosongkan itu. Penasaran saja sama suasananya. Koyo di film2 hantu. Horooor. Wkwk

Tumpah ruah keceriaan desa dialihkan ke dalam dua bis rombongan ziarah. Ziarah adalah perjalanan rutin yang diadakan penduduk desa setiap tahun. Sewaktu MI, aku tentu tak mau ketinggalan. Namun, ketika sudah hidup di tempat lain, aku tak pernah mengikuti perjalanan rutin ini. Kemarin bapak menawariku, aku langsung mengangguk mantap. Tidak hanya sekedar ziarah, rekreasi, dst, tapi ada misi lain yang hendak kulakukan. mbel El…

Sejak belajar sedikit-sedikit di sini, pandanganku terhadap komplek makam walisongo sedikit bergeser. Makam wali adalah tempat yang sangat mapan di zamannya. Makam meninggalkan jejak perjalanan hidup wali yang tidak sederhana. Asal mula negara mereka, datang ke Nusantara, menyebarkan Islam, bertemu dan bersentuhan dengan agama-agama mayoritas saat itu, pusat pengetahuan, hubungan politik dengan penguasa setempat, masyarakat kecil dengan segala kesederhanaannya, berkorespondensi dengan wali-wali di tempat lain, dsb. Yang paling penting, aku adalah sang pencari cerita. Jadi, perjalanan telah menawarkan ceritanya sendiri untuk dituliskan.

Andaikan semua benda bisa berbicara dan menceritakan kehidupan masa lampau kepadaku. Betapa aku akan sangat kegirangan. Bangunan-bangunan, tembok, nisan, lantai, tanah, pohon. Andaikan mereka memiliki bahasa yang bisa kutangkap maksudnya. Wkwkwk pengen ambil mudahnya aja nih orang.

Ketika baru naik ke dalam bis, tetangga-tetangga kami masih memiliki keceriaan untuk melakukan perjalanan jauh. Mereka saling melempar guyonan. Bilang bahwa mereka tidak bisa tidur semalaman lantaran mau pergi ziarah.
“Lho, kok kowe wes turu??” sahut kak Jumoyo saat bis baru saja melaju.
“Iyo nu, sewengi ra iso turu kerono arep ngelencer” jawab orang yang dimaksud Kak Jumoyo.
“Eh Zen, kerja sing bener. Sesuk tak jak meneh nek kowe pinter.” timpal mbk Narsih kepada Kak Zen yang saat itu menjadi kondektur bis ziarah. Pihak bis hanya membawa satu kondektur sehingga kak Zen direkrut sebagai kenek oleh panitia.
“Eh Zen, kenek ki ra entuk lungguh. Kudu ngadek terus” Mak e ikut-ikutan membanyol.
Aku hanya tertawa ngekel menyaksikan kelucuan alami dari tetangga-tetanggaku.

Berselang beberapa menit, satu per satu tetangga kami mulai tumbang. Mereka berperang melawan dirinya sendiri. Mabok perjalanan. Duh kasihan. Termasuk mbk Idha dan Mamaknya. Anak beranak itu sama-sama tak berdaya menghadapi perjalanan. Pas pergi jauh saat MI pun, mbk Idha sering loyo. Muntah-muntah.

Commuterline Jabodetabek
4 Oktober 2017

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s