Sengatan Semangat

Ia masih di dalam angkot bersama temannya saat ada salah seorang penumpang yang menyetop angkot yang ia tumpangi. Penumpang itu bertanya apakah angkot akan melewati tempat yang ia maksudkan. Pak Sopir mengiyakan, penumpang lekas naik ke dalam angkot. Ia menggeser badannya ke kursi sebelahnya, memberikan tempat duduk ke penumpang baru. Hatinya tidak akan berkecamuk jika…

Truck Perusak Jalan

Sepulang dari Bojongloa, kembali ia dan temannya diantarkan dua bocah laki-laki. Mereka berempat merasakan kembali medan jalanan yang tidak mudah. Berliku-liku, penuh lubang, banyak debu, banyak genangan air, jalan berbatu, dan seterusnya dan seterusnya. Semula, Agus menawarinya akan mengantarnya sampai Bintaro-Tangerang. Tentu ia menolak tawaran itu, mengingat jaraknya yang jauh. Agus adalah santri Baabussa’adah yang…

Jurang Teramat Curam

Kurang lebih selama dua hari ia menjadi panitia di acaranya emak dewan. Berbagai kemewahan ia saksikan dengan mata telanjang, tanpa tedeng aling-aling. Baju, make up, sepatu, aksesoris, perhiasan, dan lain sebagainya. Kemewahan tidak hanya bersumber dari emak dewan. Emak dewan juga mendapat fasilitas yang waow. Menginap di hotel, makanan lezat, pemateri setingkat mentri, dan lain…

Sekali Obrolan di dalam Angkot

“Kemana Neng?” tanya sopir angkot di perempatan pom bensin Jagabaya-Bojongloa. “Ke rel Pak, eh ke stasiun maksudnya.” Jawabku belepotan. “Iya, ayo masuk.” Aku dan Mbak Ulfa segera masuk ke dalam angkot merah. Selama di angkot itu, ada banyak obrolan yang seolah turut menggali ingatan-ingatan masa silamku. Pak Sopir bercerita mengenai putrinya yang kini duduk di…

Dunia Ojek Online

Di tengah-tengah acaranya emak dewan, aku menyempatkan datang ke salah satu hotel di Tanah Abang. Ada acara keren (berbau ilmu—tidak mungkin juga aku menyebutkan apa acara itu) di sana. Aku memastikan bahwa kakak tingkatku juga akan datang. Kami berdua berniat untuk menemui salah satu teman untuk membahas RTL kita di masa lalu. Biar ada kejelasannya….

Ngabisin Duit Rakyat

“Mau nggak jadi panitia selama sebulan di tempatku?” tanya salah seorang teman. Lalu temanku yang lain menimpali, “Lumayan. Makan gratis sebulan.” “Acara apa emang?” tanyaku balik. “Emm… acara dari sini. Orang-orang bawa thesisnya. Tapi aku nggak tahu acara persisnya apa.” “Acara ngabisin duit rakyat ya?” “Iyaa” Kalau kamu hidup di Jakarta, meski kamu adalah pemeran…

Acara Besar

Tidak harus menjadi orang besar untuk mengikuti acara besar di Jakarta. Di acara besar yang diukur dengan kedatangan wakil presiden di acara pembukaannya, ternyata ada hadirin gambreng. Ia adalah peserta ilegal, datang karena diajak temannya atau karena ada suatu kebetulan yang lain. Ia adalah penyelundup, peserta yang tidak termasuk dalam standar peserta yang disasar panitia….

Pidato Kebudayaan Oleh Roby Muhamad

Aku mangabari Mbak Ulfa kalau ada acara di TIM setelah Maghrib. Meski tidak kuliah, aku tetap berangkat ke Matraman, menemani Mbak Veni ke Bogor. Aku turun di Manggarai dan menuju Asrama Matraman. Leyeh-leyeh di sana sampai bakda Dzuhur. Aku ke kampus setelah memastikan Mbak Ulfa sudah di sana. Kami bertemu di lantai dua, mengotak-atik surat…

Aku di Cikini

Cikini, tempat yang paling romantis barangkali. Suasananya hidup dan bergairah. Siapa pun yang di sana seolah menyadari kehadiran dirinya di dunia ini. Tempat yang kita bisa merasa berduaan dan berdialog dengan diri kita. Seniman, sastrawan, budayawan, dan orang musik ada di Cikini. Orang-orang yang mau ngaji hidup. Aku senang bisa ke sana sekali-sekali. Aku tidak…

Hanya Setahun ini

“Pik! iki Pik, sajadahe diberesi!” gertak Atina pada temannya yang bernama Upik. “Ibu tiri, hanya cintaaa, kepadaaa ayahku saja” koor teman-temannya yang lain secara kompak. Lirik lagu Ibu Tiri selalu didendangkan setiap Atina meneriaki teman-temannya. Atina yang selalu dipersalahkan. Soale, Atina ini orang yang hobi menyebalkan (menganggap sebal) banyak hal. Teman-temannya juga hafal dengan watak…

Prahara Piket Masak

“Rasakno Tin! pie? Kurang opo? uyah tah gulo? pintaku pada Atina, tadi saat masak berdua. “Nggak kok Mbak, wes pas.” jawabnya. Entah benar-benar pas atau hanya sekedar menenangkan hatiku saja. Sebentar kemudian, Atina sudah menjerit-jerit setelah mencicipi bakwan jagung yang diadoninya sendiri. Ia yang mengadoni, menggoreng, dan mencicipi. “Duh Mbak El, asin banget iki.” “Rapopo…

Guru Idolaaqu

Seperti biasa, Kiai Moqsith mengabsen kami satu per satu. Selain mengabsen, beliau bertanya mengenai satu dua hal mengenai latar belakang kehidupan kami. Semula tak ada yang tahu kalau aku ngafal. Status ngafal ini membuatku tidak nyaman jika diketahui banyak orang. Orang ngafal ya orang biasa, bukan orang suci yang terbebas dari debu-debu dosa. Ia bisa…