Timur dan Barat Jawa

Tim Paduan Suara Qatrunnada mendapatkan job lagi di acara HPN hari ini. Aku yang tidak termasuk anggota tim Padus, diminta Neli ikut ke Ciganjur untuk gladi resik karena anak-anak yang lain sedang tidak bisa. Aku sudah membayangkan hal yang tidak-tidak. Aku tidak pernah ikut latihan, tidak hafal lagu hubbul wathon, dan tidak terbiasa tampil di…

Njean dan Keterkungkunganku pada Zaman Baheula

Njean adalah salah satu desa¬†¬† yang memiliki kedekatan denganku. Saat kecil, aku termasuk jenis bocah yang mudah diajak menginap di rumah saudara. Bahkan betah tinggal di rumah simbah (dari pihak Bapak) selama seminggu. Simbah dekat rumah (dari pihak Mamak) sampai bilang aku mondok jika beberapa hari tidak berada di rumah. Aku mondok di rumah simbah…

Tsamara Amany

Kenal Tsamara Amany dari tulisannya di facebook yang dibagikan oleh mas Novriantoni Kahar. Yang terjadi di kemudian hari adalah stalking facebooknya. Cantik, tinggi semampai, anggun, elegan, dan berwawasan. Oiya, usianya masih terlampau muda untuk ukuran hidupnya yang sudah berkiprah di jalan politik yang dipilihnya. Tsamara adalah mahasiswi Paramadina. Semula, ia berkeinginan untuk bergabung dengan Paramadina…

Jumpa Pers

Bagaimana seseorang mendatangi acara jumpa pers dengan tujuan untuk memperoleh informasi baru. Atau menjadi semacam ruang berdialektika. Bisa-bisa saja sih sebenarnya. Hanya saja, ia bakalan berbeda dengan hadirin lain yang sangat siap untuk meliput. Hadirin lain membawa kamera besar, alat shooting, buku catatan, seragam media, kartu identitas dari medianya, alat perekam, dan hal-hal serupa. Dari…

Cara Kerja Budaya

Di pertemuan kelas menulis NUO yang terakhir, didatangkan pembicara wartawan senior dari ANTARA News. Oiya, namanya mas Sigit. Kelas diadakan sore hari. Tidak seperti biasanya yang dilangsukan setelah Isya. Kali itu, mas Hamzah sebagai senior NUO dan Nutizen juga berada di sana. Sempat menyampaikan beberapa perkara berita dan hal-hal yang berkaitan. Terutama mengenai bahasa, istilah-istilah…

Atasnama Rakyat

Setelah PILKADA Jakarta, jagad maya dan nyata masih ramai beberapa pekan. Sebelum pilkada digelar, perang media lebih sadis lagi. Nggak mau ikut-ikutan dah. Sebegitu menjijikkan melihat salah satu paslon. Sebenarnya aku juga agak kecewa karena paslon yang kuharapkan tidak bisa merebut suara terbanyak. Sekecewa-kecewanya warga biasa, ada saja perasaan dongkol. Perjalanan politik yang sedemikian memuakkan…

Minggu ini harus mempresentasikan dua mata kuliah, matkul Fiqih Nusantara dan Tasawuf Nusantara. Betapa aku sangat menyadari apa yang belum bisa kulakukan sampai saat ini. Berbicara di depan umum dengan penuh meyakinkan. Setidak-tidaknya dengan pembawaan diri yang oke punya. Sampai-sampai, pak Moqsith mengomentariku supaya aku mendapatkan passionku ketika bicara di depan orang. Wkwkwk. Aku paham…

Mas Abah meminta kami untuk menulis sesuai dengan momen. Misalkan Hari Kartini atau Hari Buku Internasional. Meski tidak dekat-dekat amat dengan buku, aku mencoba mencari bahan yang bisa dituliskan. Mencari data dan sumber yang pas untuk Hari Buku. Akhirnya aku mewawancarai pendiri komunitas kampus yang konsen pada literasi. Sebelum melancarkan beberapa pertanyaan, aku mengkontaknya terlebih…

Sepintas Lalu Tentang BBW (Big Bad Wolf)

Aku tiba di ICE BSD jam empat sore. Gedung ICE besar banget, kalau belum terbiasa dengan gedung-gedung menjulang tinggi, akan bingung berada di tempat semacam itu. Setibanya di sana, aku mencari-cari pintu masuk ke tempat pameran. Aku mengamati gerak dan langkah para pengunjung. Setelah memperoleh gambaran, aku mengikuti langkah mereka. Namun aku mending shalat Ashar…

Melelahkan sekali mencari alamat ICE BSD. Aku berangkat ke pameran buku terbesar di Indonesia dari rumah Teh Udzoh. Aku kondangan dulu lah yau. Aku sampai di stasiun Tangerang pukul sebelas. Kemudian memesan gojek dengan pembayarang Go-Pay 15.000. Kalau pake tunai mencapai 22.000. Kereta lebih murah dibanding ojek. Aku hanya diam sepanjang perjalanan kecuali sepatah dua…

Mengkondisikan Buku

Di Jakarta Pusat, keberadaan Perpusnas sangat membantu orang-orang sepertiku. Kampus kami belum memiliki perpustakaan yang cukup representatif. Perpus di dekat TIM, aku belum pernah masuk ke dalam. Hanya mengintip dari jendela. Kurang kerjaan banget kan? Ngintip-ngintip begitu. Sebenarnya banyak tempat nongkrong yang memiliki perpustakaan. Atau perpustakaan yang disetting sebagai tempat nongkrong. Di awal-awal keberadaanku di…

Beletat-beletot

Di kelas Historiografi Islam Nusantara, aku mempresentasikan hasil pembacaanku mengenai buku Cina Musim di Indonesia. Setelah presentasi beruntun tiga mata kuliah, aku mencoba untuk menguraikan apa yang menjadi kekuranganku. Dalam hal ini, kebelum-biasaanku dalam menyampaikan ide dan gagasan. Belum bisa mengimprovisasi sebuah informasi yang kutahu. Aku hanya menyampaikan secara deskriptif singkat. Tidak bisa menjabarkan secara…